Lanskap Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto: Dok. Kementerian Koordinator Bidang Pangan)

Beranda / Ekonomi / Menanti Efek Ekonomi dari K-SIGN Rote Ndao

Menanti Efek Ekonomi dari K-SIGN Rote Ndao

PravadaNews – Pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah memasuki tahap pengembangan. Hal ini turut membuat manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar menjadi hal yang perlu dibuktikan.

Kawasan industri garam tersebut tidak hanya ditargetkan meningkatkan produksi nasional, melainkan juga membuka ruang bagi masyarakat pesisir untuk masuk dalam rantai ekonomi yang terbentuk.

Selama ini, sebagian masyarakat Rote Ndao menggantungkan aktivitas ekonomi pada sektor pesisir, termasuk pergaraman yang masih dilakukan secara tradisional. Karena itu, keterlibatan warga menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam pembangunan kawasan tersebut.

Dalam keterangan resmi Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, pembangunan K-SIGN perlu berjalan bersama masyarakat agar pengembangan kawasan tidak terlepas dari kondisi sosial wilayah sekitar.

“Setiap rencana pembangunan yang menyentuh ruang hidup masyarakat harus dibicarakan secara terbuka, sehingga masyarakat bukan hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam prosesnya,” ujar perwakilan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao yang tidak disebutkan namanya, dilansir dari rotendaokab.go.id, Sabtu (8/8/2026).

Dalam proses pembangunan tahap berikutnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga melakukan konsultasi publik dengan masyarakat dan tokoh adat untuk memastikan tahapan pembangunan berjalan sesuai ketentuan.

Selain pembangunan fasilitas produksi, K-SIGN diarahkan menjadi kawasan industri garam terintegrasi yang mencakup kegiatan produksi hingga pengembangan rantai usaha pendukung.

Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Koswara mengatakan, pembangunan K-SIGN tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi garam nasional, tapi juga ditujukan untuk membuka peluang ekonomi bagi masyarakat pesisir.

“Pembangunan kawasan ini tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga membuka peluang kerja dan usaha bagi masyarakat pesisir, khususnya di Rote Ndao,” ujar Koswara dalam keterangan resmi KKP, dikutip Minggu (23/8).

K-SIGN Rote Ndao, lanjutnya, dikembangkan sebagai salah satu strategi memperkuat industri garam nasional melalui kawasan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

KKP juga menyebut K-SIGN diproyeksikan mampu meningkatkan produktivitas garam sekaligus mendorong tumbuhnya usaha pendukung di sekitar kawasan. Namun, manfaat ekonomi ini masih bergantung pada kesiapan tenaga kerja lokal ataupun keterlibatan masyarakat dalam rantai.

Dengan luas kawasan yang dikembangkan secara bertahap, K-SIGN menjadi salah satu proyek strategis pemerintah untuk memperkuat produksi garam nasional sekaligus membangun pusat ekonomi baru di wilayah pesisir.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *