PravadaNews – Bertambahnya penduduk usia produktif belum otomatis menjadi kekuatan ekonomi ketika pasar kerja masih menghadapi tantangan dalam menyediakan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan tenaga kerja.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi modal menuju Indonesia Emas 2045. Namun, bonus demografi membutuhkan dukungan industri agar tenaga kerja terdidik dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.
Peneliti Center of Macroeconomics and Finance Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Abdul Manap Pulungan menilai, peningkatan kualitas manusia perlu berjalan bersama dengan penciptaan pekerjaan bernilai tambah.
Menurutnya, tantangan ekonomi saat ini bukan hanya menambah jumlah lulusan, tapi memastikan tenaga kerja berpendidikan memiliki ruang untuk masuk ke sektor produktif.
“Masalah utama kita saat ini adalah pengangguran berpendidikan tinggi,” ujar Abdul Manap dalam diskusi INDEF, Senin (24/8/2026).
Peningkatan jumlah lulusan pendidikan tinggi, lanjutnya, belum otomatis memperkuat ekonomi apabila industri belum mampu menyediakan pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi tenaga kerja.
“Jumlah penduduk tidak menjadi kebanggaan jika hanya menjadi beban. Lain halnya jika jumlah penduduk tinggi, semuanya produktif, berkualitas, memiliki peringkat pendidikan yang baik, serta menguasai IPTEK,” kata Pengamat itu.
Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penguatan sektor ekonomi yang mampu menciptakan pekerjaan bernilai tambah. Pertumbuhan ekonomi tidak hanya dilihat dari angka pertumbuhan, tapu juga kemampuan menyerap tenaga kerja berkualitas.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah angkatan kerja pada Mei 2026 mencapai 155,41 juta orang, naik 497 ribu orang dibanding Februari 2026. Penduduk bekerja tercatat sebanyak 148,19 juta orang, sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada pada angka 4,65% atau turun 0,03 poin persentase.
Meski kondisi pasar kerja membaik, tantangan berikutnya yakni memastikan peningkatan jumlah tenaga kerja berjalan seiring dengan kualitas pekerjaan yang tersedia, terutama bagi lulusan pendidikan tinggi.















