PravadaNews – Bara kebakaran yang melanda Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), tidak hanya meninggalkan kerusakan pada bangunan dan fasilitas warga, tetapi juga memukul aktivitas ekonomi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari usaha sehari-hari.
Di tengah proses pemulihan pascabencana, pemerintah mulai menyiapkan langkah khusus agar roda perekonomian warga Desa Adat Sade dapat kembali bergerak.
Skema bantuan tersebut diarahkan untuk mendukung proses rekonstruksi sekaligus memulihkan usaha mikro masyarakat terdampak.
Pemerintah memastikan pemulihan tidak berhenti pada perbaikan bangunan, tetapi juga menyentuh sumber penghidupan warga agar masyarakat Desa Adat Sade dapat kembali menjalankan aktivitas ekonomi secara bertahap dan berkelanjutan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, bantuan pemulihan fisik maupun usaha warga tidak menggunakan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR), melainkan mekanisme pembiayaan yang berbeda.
“Kalau rehabilitasi kan bukan KUR. Nanti kita carikan yang berbeda. Iya, nanti akan dibahas dengan Menteri Keuangan,” ujar Airlangga dikutip Selasa (25/8/2026).
Airlangga menjelaskan, penanganan pascakebakaran membutuhkan koordinasi lintas sektor agar bantuan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan warga di lapangan.
“Ya nanti dibahas dengan kementerian teknis,” tutur dia.
Melalui sinergi antara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, dan kementerian teknis terkait, pemerintah berkomitmen mempercepat pemulihan mata pencaharian warga Desa Sade agar roda perekonomian lokal kembali bangkit.
Sebelumnya, Pemda Lombok Tengah (Loteng) menetapkan status tanggap darurat pascaterbakarnya Desa Adat Sade, Dusun Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut.
Status tanggap darurat penanganan kebakaran Desa Adat Sade ditetapkan selama dua pekan mendatang.
“Sekarang satunya sudah tanggap darurat sampai 14 hari ke depan,” kata Wakil Bupati Lombok Tengah, Nursiah.
Nursiah menyebutkan Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati memberikan sumbangan dana sebesar Rp200 juta untuk penanganan korban kebakaran.
Selain itu, pimpinan DPR RI Dapil NTB II Pulau Lombok itu juga memberikan bantuan 200 paket beras dengan nilai Rp150 ribu per paket.
Sari Yuliati juga meninjau langsung ratusan rumah yang ludes terbakar rata dengan tanah di Desa Adat Sade.
“Pola distribusi bantuan diarahkan tim desa yaitu kepala desa dan tiga Kadus diback up sama Pemda Lombok Tengah. Bantuan dikumpulkan dulu, nanti dibawa ke Gedung Koperasi Desa Merah Putih dekat kantor desa lalu diberikan kepada yang berhak,” terangnya.
Seperti dilketahui, desa Adat Sade merupakan salah satu ikon pariwisata NTB yang letaknya tidak jauh dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.
Desa adat ini, setiap hari banyak dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara.
Berdasarkan pendataan hingga Minggu siang, rumah yang terdampak sebanyak 75 unit, masjid 1 unit, berugak sekenam besar 4 unit, berugak sekepat 6 unit, lumbung alang, artshop 69 unit,Bale Beleq 1 unit, toilet umum untuk wisatawan 1 unit, pelonggo 1 unit dan gerbang Desa Adat Sade 1 unit.














