Beranda / Nasional / Jejak Panjang Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW

Jejak Panjang Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW

PravadaNews — Maulid Nabi Muhammad SAW memiliki perjalanan panjang sebelum menjadi tradisi yang diperingati umat Islam di berbagai negara hingga saat ini.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah jatuh pada Selasa, (25/8/2026). Di Indonesia, momentum tersebut biasanya diisi dengan pembacaan selawat, pengajian, hingga kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat.

Secara sejarah, Maulid Nabi bukan perayaan yang dilakukan pada masa Rasulullah SAW maupun para sahabat. Tradisi itu muncul beberapa abad setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW dan berkembang dalam berbagai wilayah Islam dengan bentuk yang berbeda.

Dalam buku Muhammad’s Birthday Festival karya N.J.G. Kaptein, catatan sejarah menunjukkan peringatan Maulid mulai dikenal pada masa Dinasti Fatimiyah di Mesir. Sementara dalam tradisi Sunni, perayaan Maulid yang lebih besar sering dikaitkan dengan Sultan Al-Muzhaffar di Irbil pada abad ke-12 Masehi. 

Seiring penyebarannya, Maulid Nabi berkembang sesuai budaya masyarakat setempat. Peringatan tersebut tidak hanya berisi kisah kehidupan Rasulullah SAW, tapi juga menjadi ruang untuk menyampaikan ajaran agama dan memperkuat hubungan sosial.

Meski berkembang dalam bentuk yang beragam, Maulid Nabi tetap berkaitan dengan upaya mengenang keteladanan Rasulullah SAW, terutama mengenai akhlak dalam kehidupan bermasyarakat.

Pesan ini kembali disampaikan Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah. 

Dalam keterangan di Jakarta, Senin (24/8), Nasaruddin mengajak umat Islam menjadikan akhlak sebagai fondasi membangun peradaban.

“Beliau memulai dakwahnya dengan membangun akhlak manusia. Sebab, akhlak adalah fondasi dari setiap peradaban. Ketika akhlak tegak, keadilan akan tumbuh, ilmu pengetahuan akan membawa manfaat, kekuasaan akan dijalankan dengan amanah, dan kasih sayang akan menjadi perekat kehidupan bermasyarakat,” ujar Nasaruddin.

Menurutnya, perubahan yang dibawa Rasulullah SAW tidak hanya berkaitan dengan ajaran agama, tapi juga membangun kehidupan sosial melalui nilai keadilan, ilmu pengetahuan, dan penghormatan terhadap martabat manusia.

Empat belas abad setelah masa dakwah Rasulullah SAW, pesan tentang akhlak itu masih menjadi bagian dari refleksi dalam peringatan Maulid Nabi. Tradisi yang berkembang selama berabad-abad tersebut terus menjadi ruang bagi umat Islam untuk mengenang dan menerapkan nilai yang diwariskan Rasulullah SAW.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *