PravadaNews – Pasokan garam industri Indonesia masih bertumpu pada impor, Sehingga PT Garam menyiapkan proyek terintegrasi Seawater Desalination and Salt Production Project di Gresik, Jawa Timur, untuk memperbesar produksi domestik.
Pada Senin (10/8/2026), PT Garam dan ACWA Power Indonesia menandatangani Joint Development Agreement (JDA) untuk mengembangkan proyek desalinasi terintegrasi.
Fasilitas ini dirancang menghasilkan sekitar 500.000 ton garam per tahun dari pengolahan air laut menggunakan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO).
Melalui skema tersebut, air laut diolah menjadi air desalinasi sekaligus bahan baku produksi garam bagi kebutuhan industri.
Diketahui, PT Garam akan menangani kesiapan lokasi, perizinan, koordinasi pemangku kepentingan, serta pengembangan pasar produk yang dihasilkan proyek.
Selain menambah kapasitas, kerja sama memasukkan transfer teknologi, pelatihan, operasi, ataupun pemeliharaan untuk memperkuat kemampuan teknis tenaga kerja domestik juga menjadi perhatian PT Garam.
“Kami ingin memastikan bahwa kerja sama ini memberikan manfaat jangka panjang bagi Indonesia. Karena itu, aspek transfer teknologi dan knowledge transfer menjadi bagian penting dari kolaborasi ini,” tutur Direktur Utama PT. Garam, Abraham Mose ketika menjelaskan arah transformasi produksi garam industri perusahaan, dikutip Sabtu (28/8).
Namun, tambahan pasokan itu belum langsung tersedia karena proyek masih harus melewati kajian teknis, pembiayaan, maupun pembentukan perusahaan proyek. Tahapan ini harus diselesaikan sebelum fasilitas masuk fase pembangunan hingga kemudian menghasilkan garam untuk pasar industri domestik.
Kebutuhan tambahan pasokan terlihat dari data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang mencatat kebutuhan garam nasional mencapai sekitar 4,8 juta ton pada 2024. Dari jumlah tersebut, lebih dari 55% masih dipenuhi melalui impor, terutama garam industri dengan spesifikasi tinggi.
Karena itu, pemerintah menargetkan swasembada garam pada 2027 melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 17 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan pergaraman nasional.
Dalam kerangka ini, proyek di Gresik menjadi salah satu jalur PT Garam untuk memperbesar porsi garam industri yang diproduksi di dalam negeri.














