PravadaNews – Menjelang akhir Agustus 2026, harga Minyakita masih berbeda antarpasar meski pemerintah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter.
Berdasarkan data Pemerintah Kecamatan Samarinda Ilir pada Jumat (28/8/2026), MinyaKita di Pasar Sungai Dama tercatat Rp23.000 per liter.
Pada hari yang sama, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Cilegon menunjukkan harga di Pasar Merak mencapai Rp20.000 per liter.
Kondisi berbeda ditemukan di Salatiga dua hari sebelumnya, Rabu (26/8). Pantauan Dinas Perdagangan Kota Salatiga mencatat MinyaKita Rp15.700 per liter di Pasar Rejosari dan Pasar Blauran, sementara Pasar Raya I berada di Rp15.633 per liter.
Pergerakan harga yang belum seragam juga terlihat dalam pantauan Badan Pusat Statistik (BPS) hingga minggu ketiga Agustus 2026.
Direktur Statistik Harga BPS, Sarpono mencatat harga minyak goreng meningkat di 90 kabupaten/kota, sementara penurunan terjadi di 85 kabupaten/kota. Khusus MinyaKita, BPS mencatat rata-rata harga nasional turun 0,19% dibandingkan Juli 2026.
“Secara nasional, rata-rata harga MinyaKita pada minggu ketiga Agustus tahun 2026 masih berada di atas harga eceran tertinggi. Kondisi ini sama dengan periode sebelum-sebelumnya,” kata Sarpono dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026, dikutip Sabtu (29/8).
Perkembangan tersebut kemudian menjadi perhatian Kementerian Perdagangan (Kemendag) karena jumlah daerah yang mengalami kenaikan bertambah dibandingkan pekan sebelumnya.
Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Nawandaru Dwi Putra menyebut, jumlahnya meningkat dari 87 menjadi 90 kabupaten/kota.
Karena itu, Kemendag meminta pengisian MinyaKita diprioritaskan ke pasar rakyat sebelum pasokan diarahkan untuk pasar murah maupun Gerakan Pangan Murah. Kebijakan ini ditujukan agar ketersediaan MinyaKita tetap terjaga di pasar.
“Kami harapkan ini yang menjadi poin penting yang kami sampaikan pada hari ini, yaitu isi dulu pasokannya di pasar-pasar rakyat,” tegas Nawandaru dalam kesempatan yang sama.
Menurutnya, pengisian secara kontinu juga diperlukan agar ketersediaan barang dan pergerakan harga dapat terbaca melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).
Adapun pantauan harga Minyakita di SP2KP pada hari ini tercatat Rp.15.897 per liter, turun 0.01% dibandingkan hari sebelumnya yakni Rp.15.898 per liter.















