PravadaNews – PT Kereta Api Indonesia (Persero) lewat anak usahanya, KAI Properti, mulai mengembangkan Hunian Vertikal Manggarai berbasis Transit Oriented Development (TOD). Pada tahap awal, sebanyak 1.276 unit hunian akan dibangun di Blok G.
Diawali dengan groundbreaking pada Jumat (21/8/2026), hunian yang dibangun pada tahap awal itu terdiri atas tipe Studio, tipe 36, dan tipe 45.
Direktur Utama KAI Properti Mohamad Ramdany mengatakan, pengembangan kawasan Manggarai dilakukan agar hunian diblokasi tersebut bisa terkoneksi langsunh dengan transportasi publik.
“Kawasan ini dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan hunian, kemudahan mobilitas, serta keterhubungan dengan transportasi publik dan berbagai aktivitas masyarakat di sekitarnya,” ujar Ramdany dalam keterangannya yang dikutip Senin (31/8/2026).
Secara keseluruhan, Hunian Vertikal Manggarai akan dikembangkan di Blok G dan Blok F dengan total luas lahan sekitar 21.939 meter persegi atau 2,19 hektare.
Nantinya, Blok G sendiri, memiliki luas sekitar 6.925 meter persegi, sedangkan Blok F mencapai sekitar 15.014 meter persegi. Namun hingga saat ini, pihak KAI Properti belum menjelaskan secara rinci jumlah unit yang akan dibangun di Blok F.
Selain unit hunian, penataan kawasan akan mencakup akses pejalan kaki, fasilitas komunal, ruang komersial, dan konektivitas dengan lingkungan di sekitarnya.
“Sebagai pengembang, kami melihat kawasan ini secara menyeluruh, mulai dari penyediaan hunian, konektivitas, fungsi ruang, hingga fasilitas pendukung. Kedekatan dengan Stasiun Manggarai menjadi bagian penting dalam perencanaan kawasan agar masyarakat memiliki akses yang semakin mudah terhadap transportasi publik,” kata Ramdany.
Dalam pengembangannya, pihak KAI Properti bekerjasama langsung dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero), PT Solusi Sinergi Digital Tbk, PT Air Minum Jaya (Perseroda), dan Perusahaan Umum Daerah Pengelolaan Air Limbah Jaya sebagai mitra strategis.
Adapun pembangunan Hunian Vertikal Manggarai akan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan proses perencanaan, perizinan, kesiapan teknis, dan kualitas pelaksanaan proyek.
“Kami berharap Hunian Manggarai dapat memberikan pilihan tempat tinggal yang semakin dekat dengan transportasi publik dan mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat perkotaan. Setiap tahapan pengembangan akan kami persiapkan dengan baik agar proyek dapat berjalan sesuai rencana,” ucap Ramdany.















