PravadaNews – Empat pertandingan di ajang Piala Presiden 2026 menjadi ruang pembelajaran sekaligus proses pembentukan identitas baru bagi Persija Jakarta di bawah arahan pelatih Shin Tae-Yong.
Hasil yang diraih memang menjadi bagian dari evaluasi, namun yang tak kalah penting adalah bagaimana tim mulai menunjukkan perkembangan dalam menerjemahkan filosofi permainan yang diinginkan.
Dari pertandingan ke pertandingan, perubahan itu perlahan mulai terlihat, terutama dalam cara Macan Kemayoran membangun serangan dengan lebih rapi, terorganisasi, dan melibatkan kerja sama antarlini yang semakin padu.
Meski masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah, fondasi permainan yang tengah dibangun mulai memperlihatkan arah yang jelas.
Gelandang muda Persija, Figo Denis menjadi salah satu pemain yang merasakan langsung perkembangan tersebut. Menurut Figo, peningkatan paling mencolok setelah menjalani empat laga di Piala Presiden terletak pada aspek permainan menyerang yang kini semakin terstruktur.
Figo menilai, sebagian besar instruksi yang diberikan pelatih sudah mampu dijalankan dengan baik oleh seluruh pemain di lapangan. Walaupun demikian, Figo menegaskan, permainan Persija masih jauh dari kata sempurna dan tim akan terus berupaya menyempurnakan setiap detail agar tampil lebih konsisten saat menghadapi kompetisi sesungguhnya.
“Namun kita berkembang secara overall kearah yang baik, dan itu yang terpenting,” ujar Figo dikutip Kamis (6/8/2026).
Bagi Figo, perkembangan permainan tim berjalan beriringan dengan proses yang juga tengah ia jalani sebagai individu. Kesempatan tampil yang didapat sepanjang turnamen pramusim menjadi pengalaman berharga untuk mengukur sejauh mana kemampuannya sekaligus memahami aspek-aspek yang masih perlu diasah sebelum kompetisi resmi bergulir.
Gelandang berusia muda itu mengaku belum sepenuhnya puas dengan performanya sejauh ini. Figo merasa masih banyak detail dalam permainannya yang harus ditingkatkan, baik dari sisi teknis maupun pengambilan keputusan di lapangan.
Namun, di balik proses tersebut, Figo bersyukur karena kepercayaan yang diberikan tim pelatih memberinya kesempatan untuk terus belajar dan berkembang.
“Sejauh ini masih banyak hal yang harus lebih diperhatikan atau ditingkatkan lagi secara individu. Saya sangat bersyukur dengan kesempatan yang saya dapatkan sekarang. Saya jadi lebih paham apa yang harus ditingkatkan ke depannya dan pastinya akan selalu berusaha berkembang menjadi lebih baik. Karena balik lagi, semua ini adalah bagian dari proses saya,” ucap Figo.
Sikap tersebut mencerminkan tekad pemain muda Persija untuk tidak cepat berpuas diri. Baginya, setiap menit bermain bukan hanya menjadi ajang menunjukkan kemampuan, tetapi juga sarana mengevaluasi diri agar mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi tim pada musim mendatang.
Kini, fokus Persija tertuju pada laga perebutan peringkat ketiga Piala Presiden, yakni Persija melawan Arema FC. Pertandingan perebutan juara ketiga Piala Presiden 2026 tersebut akan digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, pada Kamis, 6 Agustus 2026, pukul 15:30 WIB.
Meski hanya memperebutkan posisi ketiga, Figo menilai pertandingan itu tetap memiliki arti penting sebagai tolok ukur perkembangan tim setelah melalui rangkaian laga pramusim.
Menurut Figo, pertandingan terakhir di Piala Presiden akan menjadi kesempatan bagi Persija untuk kembali menguji sejauh mana instruksi pelatih telah diterapkan di lapangan sekaligus membangun kepercayaan diri sebelum menghadapi Super League.
Karena itu, Figo menegaskan, seluruh pemain akan berkonsentrasi penuh menjalankan strategi yang telah disiapkan dan bekerja keras demi menutup turnamen dengan hasil positif.
“Pertandingan besok adalah pertandingan terakhir kita. Tentunya ini pertandingan yang penting juga untuk kita untuk melihat bagaimana perkembangan kita di setiap pertandingan. Jadi sekarang kita fokus menjalankan perintah pelatih dan pastinya bekerja keras untuk mendapatkan hasil yang baik untuk kita semua,” kata Figo.















