Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. (Foto: Dok. PravadaNews/Intan)

Beranda / Ekonomi / Zulhas Ungkap Biang Kerok Harga Beras Naik

Zulhas Ungkap Biang Kerok Harga Beras Naik

PravadaNews – Harga beras di pasaran mulai alami kenaikan hal itu disebabkan berkurangnya produksi beras karena Indonesia tengah memasuki musim paceklik.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengatakan, kondisi musim panas tahun ini sangat berbeda dari tahun sebelumnya yang mengalami kemarau basah. Saat itu, hujan masih turun hingga akhir tahun sehingga petani tetap dapat menanam padi dan memasok beras ke pasar.

“Kemarau basah itu bulan-bulan ini sampai Desember masih ada hujan sehingga kita masih bisa tanam padi. Jadi di pasaran masih ada suplai dari petani,” ujar Zulkifli Hasan di kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (7/9/2026).

Sementara tahun ini, menurut Zulkifli Hasan, musim kemarau berlangsung lebih kering sehingga aktivitas produksi padi berkurang. Kondisi tersebut membuat pasokan beras dari petani ke pasar ikut menyusut. 

Bahkan, kata Zulkifli Hasan, saking keringnya, hampir tidak ada lagi sawah yang petani produksi. Kondisi tersebut membuat harga beras menjadi naik di kisaran Rp 100 hingga Rp 200.

“Kita sebut paceklik atau gadu. Jadi enggak ada produksi. Oleh karena itu, karena supply and demand, tidak ada produksi pasti harganya naik. Ada naik Rp 100, Rp 200,” kata Zulkifli Hasan.

Adapun kenaikan harga beras dirasakan langsung oleh sejumlah pedagang. Salah satunya adalah Ida, pedagang di toko kelontong, Keluruhan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta.

Dia mengatakan, beras yang dijualnya mengalami kenaikan sekitar Rp 500-Rp 1.000 per kg. Kondisi tersebut sudah ia rasakan sejak satu minggu bekalangan ini.

“Ada kenaikan, Rp500 sampai Rp1.000 per kilonya,” kata Ida, Minggu (6/9/2026).

Adapun besaran naiknya harga beras, kata Ida, tergantung dari merek beras. Namun, dirinya belum melihat dampak yang akan timbul terhadap beras yang dijualnya.

Ida berharap, harga beras dapat kembali normal. Sehingga, masyarakat pun dapat membeli beras dengan harga yang terjangkau.

“Kalau saya yang penting laku. Tapi kalau harga naik orang juga mikir-mikir beli banyak. Saya harap harganya bisa disesuaikan lagi lah,” ucap Ida.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *