PravadaNews – Bayangan tentang pendidikan negeri tanpa biaya kini kembali mengemuka di publik.
Presiden Prabowo Subianto menyatakan, persetujuannya terhadap gagasan pendidikan negeri gratis, mulai dari jenjang sekolah dasar, sekolah menengah pertama (SMP), hingga perguruan tinggi.
Untuk merealisasikan gagasan tersebut, Prabowo akan segera menggelar rapat terbatas (ratas) guna membahas skema dan biaya pendidikan negeri gratis.
“Saya sangat setuju saya akan segera mengadakan ratas pokoknya biaya pendidikan negeri, harus gratis. Biaya pendidikan SD, SMP, SMA dan universitas negeri gratis,” kata Prabowo dikutip, Sabtu (19/9/2026).
Prabowo mengatakan, anggaran untuk pendidikan gratis dapat berasal dari uang hasil korupsi yang dikembalikan ke kas negara.
Penegasan tersebut sekaligus disampaikan untuk menjawab pertanyaan mengenai sumber biaya pendidikan gratis.
“Nanti, akan ada yang bertanya. Darimana uangnya?. Uangnya yang dikorupsi yang dinyolong yang dicuri,” Tegas Prabowo.
Prabowo juga menyampaikan keprihatinannya atas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab.
Berdasarkan laporan kepolisian, Presiden mengatakan terdapat 95 korporasi yang terindikasi melanggar dan bertanggung jawab atas kebakaran tersebut.
“Kita sedih tiap kali kebakaran hutan tapi kita menemukan banyak kebakaran hutan itu diperparah, oleh manusia tertentu. Kapolri melaporkan kepada saya ada 95 korporasi yang indikasinya mereka melanggar mereka ikut bertanggung jawab atas kebakaran-kebakaran itu,” kata Prabowo.
Prabowo telah memberi perintah kepada Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo untuk mengusut pelaku pembakaran lahan. Ia juga menyatakan akan mencabut perizinan usaha apabila bukti pelanggaran telah kuat.
“Saya sudah kasih petunjuk Kapolri usut terus, jangan ragu-ragu, begitu bukti sudah kuat lapor ke saya, saya akan mencabut semua izin-izin mereka itu. Saya tidak ragu-ragu karena saya setia kepada UUD 1945 Pasal 33, bumi dan air dan semua kekayaan alam dikuasai negara apalagi yang melanggar,” tegas Prabowo.
“Sekian puluh tahun laporan palsu, dia kira dia bisa lebih hebat, dari pemerintah NKRI, ayo. Ayo adu kekuatan,” ujar Kepala Negara itu.















