Beranda / Infotaiment / Film Hasut Andalkan Suara Tanpa Hantu

Film Hasut Andalkan Suara Tanpa Hantu

PravadaNews – Perjalanan empat orang yang menjalani ritual penyembuhan di sebuah hutan berakhir menegangkan dalam film Hasut. Alih-alih menyajikan horor dengan penampakan hantu, film ini memperlihatkan teror yang sepenuhnya mengandalkan bisikan pendengaran.

Film karya Tuta Films tersebut menyamarkan batasan antara kenyataan dan ilusi lewat suara-suara hasutan yang muncul, hingga mengikis rasa percaya di antara mereka.

Latar hutan yang dominan di siang hari membuat setiap suara bising menjadi sebuah petunjuk ataupun kebohongan. Teror auditif itu pun memberi dampak psikologis yang mengganggu bagi setiap karakternya.

“Film Hasut akan menyajikan konsep horor yang unik karena secara adegan banyak terjadi di siang hari, dengan setting hutan, dan nuansa misteri yang dibangun dari suara-suara yang muncul, alih-alih entitas seperti yang ada di kebanyakan horor saat ini. Saat menonton film ini, kita justru akan berefleksi, karena ini adalah horor-misteri yang mengikuti perjalanan manusia,” tutur penulis dan sutradara, Ilya Sigma dalam keterangan yang diterima, Sabtu (12/9/2026). 

Selain Ilya Sigma, film ini diproduseri oleh Putrama Tuta dan Siera Tamihardja, bersama Nick Musa sebagai ko-produser. Adapun jajaran karakter utama diperankan oleh Karina Salim, Rachel Amanda, Marthino Lio, hingga Kevin Ardilova.

Karina Salim yang memerankan sosok Vira, dikisahkan sebagai seorang penyembuh (healer) yang mengajak adiknya serta dua temannya pergi ke hutan. Karina menilai, film tersebut menyuguhkan pengalaman reflektif bagi penontonnya.

“Ada sesuatu yang bisa dibawa pulang setelah kita menonton film Hasut, seperti refleksi atas diri yang mendalam. Film ini bukan cuma menawarkan pengalaman yang mencekam tapi setelah menontonnya kita akan dapat sesuatu untuk bercermin,” ujar Karina dalam kesempatan yang sama. 

Karina menambahkan, alur cerita film Hasut mengajak penonton mengevaluasi diri sendiri secara emosional.

“sebetulnya dalam kehidupan apakah selama ini saya mudah dihasut, atau justru saya yang tanpa sadar menghasut orang-orang?,” lanjut Aktris itu. 

Sebelumnya, Tuta Films juga memproduksi sejumlah karya populer seperti A Man Called Ahok (2018), dokumenter musik Noah: Awal Semula (2013), serta Catatan (Harian) Si Boy (2011).

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *