PravadaNews – Ekspor perdana komoditas bawang merah asal Brebes ke Thailand secara resmi dilepas guna menjaga stabilitas harga sekaligus menyeimbangkan ketersediaan pasokan di dalam negeri.
Sebelum menembus Thailand, komoditas hortikultura unggulan daerah tersebut tercatat sudah lebih dulu merambah pasar regional seperti Vietnam, Malaysia, serta Singapura.
Pengiriman muatan ekspor itu dilakukan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, melalui pemanfaatan fasilitas Controlled Atmosphere Storage (CAS).
“Kita bersyukur kebutuhan bawang merah dalam negeri sudah terpenuhi, sekarang kita dorong agar produksi terus meningkat sehingga petani mendapatkan pasar yang lebih luas dan harga yang lebih baik, termasuk pasar ekspor,” ungkap Zulkifli dalam keterangannya, Minggu (13/9/2026).
Langkah pelepasan ekspor ini diambil setelah pemerintah memastikan stok ketersediaan bawang merah untuk konsumsi domestik berada pada level yang aman.
Upaya penguatan sektor hulu produksi tersebut, jelas Zulkifli, juga difokuskan untuk mendongkrak tingkat kesejahteraan para petani lokal.
“Jangan sampai petani sudah produksi banyak, tetapi pasarnya tidak ada. Karena itu pemerintah hadir memastikan ada pasar, baik di dalam negeri maupun luar negeri,” tegas pria yang kerap disapa Zulhas ini.
Diketahui, Wilayah Brebes dikenal sebagai salah satu sentra utama penopang kebutuhan bawang merah secara nasional. Kabupaten itu menyumbangkan sekitar 20% dari total produksi nasional serta 60% dari total produksi di Provinsi Jawa Tengah.
Catatan wilayah tersebut menunjukkan luasan tanam rutin berkisar antara 30.000-35.000 hektare dengan total volume produksi tahunan mencapai 300.000-350.000 ton.
Selain diproyeksikan untuk pasar luar negeri, sebagian pasokan bawang merah dari Brebes turut dialokasikan guna menyuplai program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Badan Gizi Nasional.
Kebijakan perluasan pasar ini sejalan dengan agenda percepatan swasembada pangan yang dicanangkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan).
Merujuk pada data neraca pangan, proyeksi total produksi bawang merah nasional pada tahun 2026 diperkirakan mampu menyentuh angka 1,32 juta ton.
Angka proyeksi produksi itu tercatat sudah melampaui estimasi kebutuhan konsumsi domestik secara keseluruhan yang berada di kisaran 1,25 juta ton.















