PravadaNews – Tim SAR gabungan menemukan empat benda saat melakukan pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, sekitar Gunung Anak Krakatau.
Empat benda yang dimaksud adalah satu jerigen minyak berwarna biru, satu helm merah, serta dua life jacket berwarna oranye dan merah. Keempatnya ditemukan saat pencarian di hari kelima, yakni Sabtu (12/9/2026).
Kepala Basarnas Banten Al Amrad mengatakan, seluruh benda tersebut ditemukan oleh KN SAR Tetuka ketika melakukan penyisiran di sektor pencarian.
Temuan pertama diperoleh pada pukul 10.05 WIB berupa jerigen minyak berwarna biru. Setelah menemukan benda tersebut, tim melanjutkan pemantauan menggunakan pesawat tanpa awak atau drone.
“Pada pukul 10.05 WIB menemukan jerigen minyak berwarna biru pada koordinat 6° 02′ 71.61″ Sierra, 105° 31′ 54.14″ Echo, dan melanjutkan pemantauan via drone,” ujar Al Amrad dalam keterangannya yang dikutip Senin (14/9/2026).
Sekitar dua jam kemudian atau pukul 12.33 WIB, KN SAR Tetuka kembali menemukan sebuah helm berwarna merah.
“Pada pukul 12.33 WIB, KN SAR Tetuka menemukan kembali helm berwarna merah pada koordinat 6° 18′ 8.46″ menit Sierra, 105° 31′ 7.16″ menit Echo,” kata Al Amrad.
Pencarian kemudian dilanjutkan hingga sore hari. Pada pukul 17.10 WIB, tim menemukan life jacket berwarna oranye. Selang sekitar satu jam, life jacket lainnya berwarna merah kembali ditemukan di koordinat 6° 06′ 3.757″ menit Sierra, 105° 47′ 4.104″ menit Echo
Meski menemukan empat benda tersebut, tim SAR gabungan belum menemukan rombongan yang dicari hingga berakhirnya operasi SAR hari kelima. Belum ada pula keterangan dalam rilis tersebut yang memastikan keempat benda yang ditemukan berkaitan dengan speedboat yang hilang kontak.
“Hasil dari semua unsur gabungan yang melakukan pencarian, baik itu dari Angkatan Laut, Ditpolair, termasuk Basarnas Kantor SAR Banten, Kantor SAR Jakarta, Kantor SAR Lampung, dan Kantor SAR Bengkulu, itu hasil hingga saat ini masih nihil,” jelas Al Amrad.
Dalam proses pencariannya, sebanyak 14 alat utama (alut), termasuk unsur udara, dikerahkan hingga saat ini. Tim SAR gabungan membagi wilayah pencarian menjadi tujuh sektor.
Namun, proses pencarian sempat menghadapi kendala berupa kabut tebal yang mengganggu jarak pandang. Kondisi tersebut juga membuat penerbangan kedua atau sortie kedua Heli Rescue 3604 tidak dapat dilaksanakan.
“Untuk kendala yang di lapangan saat ini, dari semua laporan rekan-rekan kita tim SAR gabungan, dengan kabut yang sangat tebal sehingga mengganggu visibility,” ucap Al Amrad.















