PravadaNews – Fenomena El Nino saat ini masih terus melanda Indonesia hingga saat ini. Meskipun begitu, Menteri Pertanian, (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut ketersediaan beras di Indonesia masih aman untuk memenuhi kebutuhan warga hingga 10 bulan ke depan.
Amran mengatakan, berdasarkan perhitungan pemerintah, total ketersediaan beras nasional saat ini mencapai sekitar 26 juta ton. Sementara kebutuhan konsumsi beras nasional berada di kisaran 2,6 juta ton setiap bulan.
“Kalau 2,6 juta per bulan, berarti 10 bulan, kan? Sepuluh bulan ke depan,” ujar Amran di Kantor Bapanas, Jakarta, Senin (14/9/2026).
Menurut Amran, perhitungan ketersediaan tersebut berasal dari sejumlah komponen, mulai dari tanaman padi yang saat ini masih berada di lahan atau standing crop, beras yang berada di rumah tangga dan sektor hotel serta restoran, hingga stok di Perum Bulog.
Amran menyebut luas standing crop saat ini mencapai sekitar 3,8 juta hektare.
“Standing crop ada kurang lebih 3 hampir 4 juta, 3,8 juta lah. Standing crop artinya yang tanaman berdiri sekarang,” jelas Amran.
Menurut perhitungan Amran, ketersediaan tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan warga hingga Indonesia kembali memasuki periode puncak panen pada Maret 2027.
“Oktober, November, Desember, Januari, Februari, oh, overlap. Panen puncak di Maret lagi. Jadi aman,” kata Amran.
Diketahui, ada sekitar 50.000 hektare lahan pertanian mengalami kekeringan, baik di Pulau Jawa maupun luar Jawa, akibat fenomena El Nino.
Meskipun puluhan ribu lahan tersebut kekeringan, dampaknya disebut belum mengganggu produksi pangan nasional secara signifikan.















