PravadaNews – Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Perairan Masalembo, Laut Jawa, mendorong pemerintah menyoroti pentingnya memastikan standar keselamatan dalam operasional transportasi laut nasional.
Kapal yang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin tersebut mengalami insiden saat membawa 243 orang yang terdiri atas penumpang dan awak kapal.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengatakan evaluasi keselamatan menjadi bagian penting setelah terjadinya insiden transportasi laut tersebut.
AHY menyampaikan, pemeriksaan perlu dilakukan terhadap kelayakan kapal serta kemampuan pihak yang bertanggung jawab dalam menjalankan operasional pelayaran.
“Yang harus dipastikan, kelayakan dari kapal dan kemampuan serta kelayakan dari si pengemudi, nakhoda, navigator, dan semua awak kapal yang bertanggung jawab pada keselamatan dari setiap transportasi tersebut,” ujar AHY di Jakarta, Senin (14/9/2026).
Menurutnya, pemerintah belum dapat menyimpulkan penyebab kecelakaan karena masih menunggu hasil investigasi yang dilakukan oleh pihak terkait.
“Belum bisa disimpulkan apapun, kembali kita menunggu hasil investigasi yang lebih lengkap dari lapangan,” tegas AHY.
Transportasi laut, jelasnya, memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas antarwilayah sehingga aspek keselamatan harus berjalan bersama pembangunan infrastruktur.
Pemerintah menilai hasil investigasi nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan langkah lanjutan dalam memperkuat keselamatan transportasi laut nasional.
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan proses pencarian dan penyelamatan korban Kapal Virgo Transport 8 masih dilakukan melalui operasi SAR gabungan.
Diketahui hingga Senin (14/9) pukul 11.00 WITA, sebanyak 114 orang telah ditemukan dengan rincian 108 orang selamat dan enam orang meninggal dunia.
“Jadi total yang sudah ditemukan adalah 114 orang, dengan rincian 108 yang selamat dan enam yang meninggal dunia,” kata Dudy dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Bagi Dudy, operasi pencarian diperkuat dengan tambahan personel dan dukungan berbagai pihak untuk mempercepat proses evakuasi korban.















