: Menteri Keuangan (Menkeu), Suahasil Nazara saat ditemui di di Gedung Bank Indonesia, Jakarta. (Dok. Intan Afrida Rafni).

Beranda / Ekonomi / Pemerintah Andalkan SMF Jaga Bunga KPR Subsidi Tetap Rendah

Pemerintah Andalkan SMF Jaga Bunga KPR Subsidi Tetap Rendah

PravadaNews – Pemerintah menyiapkan strategi agar bunga kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi tetap terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). 

Salah satunya yang akan dilakukan, yakni memperkuat sumber pendanaan pembiayaan perumahan. Strategi itu dilakukan agar bank tidak sepenuhnya mengandalkan dana perbankan.

Menteri Keuangan (Menkeu), Suahasil Nazara mengatakan, pihaknya memiliki PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF yang dapat dimanfaatkan untuk menyediakan pembiayaan perumahan dengan biaya lebih rendah.

Menurut Suahasil, SMF dapat menggunakan skema pembiayaan kreatif atau creative financing. Dengan biaya pendanaan yang lebih efisien, bunga pembiayaan rumah subsidi diharapkan dapat ditekan sehingga tetap terjangkau bagi MBR.

“Ini untuk membangun rumah-rumah yang bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah dengan creative financing, sehingga bunganya bisa lebih rendah,” ujar Suahasil di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Adapun SMF sendiri memiliki peran dalam menyediakan sumber pendanaan bagi pembiayaan perumahan. Hal itu membuat bank penyalur KPR tidak harus sepenuhnya mengandalkan sumber dana perbankan untuk membiayai kredit rumah.

Skema tersebut dinilai dapat membuat struktur pendanaan pembiayaan perumahan menjadi lebih efisien. Dengan begitu, biaya yang dikeluarkan untuk menyediakan pembiayaan dapat ditekan dan mendukung penyaluran KPR subsidi dengan bunga yang lebih rendah.

Namun, Suahasil menegaskan, upaya menjaga bunga KPR subsidi tetap terjangkau tidak hanya menjadi tanggung jawab perbankan. Pemerintah, SMF, perbankan, hingga Bank Indonesia memiliki peran masing-masing dalam membangun ekosistem pembiayaan perumahan.

Pemerintah melalui SMF dapat memperkuat sumber pendanaan pembiayaan perumahan. Sementara perbankan tetap berperan menyalurkan kredit kepada masyarakat.

Di sisi lain, kebijakan Bank Indonesia turut berperan dalam memengaruhi kondisi likuiditas dan biaya dana di sektor keuangan yang kemudian berkaitan dengan pembiayaan perumahan.

“Jadi kerja sama pemerintah, SMF, perbankan, dan BI itu adalah sinergi,” ucap Suahasil.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *