PravadaNews – Kementerian Ekonomi Kreatif menyiapkan aktivasi Keong Emas di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sebagai ruang kreatif yang sejalan dengan inisiatif Jakarta Kota Sinema 2027.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar mendorong kolaborasi dengan pengelola TMII untuk mengoptimalkan kembali fungsi Keong Emas. Ruang tersebut diarahkan untuk mendukung kegiatan berbagai subsektor ekonomi kreatif.
Menurutnya, pemanfaatannya dapat melibatkan subsektor film, animasi, hingga seni pertunjukan melalui kegiatan berbasis komunitas. Dengan begitu, Keong Emas tidak hanya bergantung pada fungsi pemutaran film seperti sebelumnya.
Irene juga membuka peluang Keong Emas digunakan untuk teater musikal, lokakarya komunitas, ataupun kegiatan dalam peta aktivasi subsektor film.
“Kami ingin Keong Emas tidak hanya menjadi tempat untuk satu jenis kegiatan, tetapi menjadi ruang yang memberikan panggung kepada komunitas, mahasiswa, dan sineas. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, karya-karya kreatif bisa mendapatkan ruang untuk bertemu dengan publik,” ucap Irene dalam keterangannya, dikutip Selasa (6/10/2026).
Selain itu, Irene melihat mahasiswa dari berbagai kampus dapat terlibat dalam pembuatan video mapping di kawasan TMII. Karya ini dapat ditampilkan secara berkala sehingga mahasiswa memperoleh ruang untuk memperkenalkan kreativitas kepada masyarakat.
Pemanfaatan yang lebih luas, harapnya, dapat membuat ikon TMII tersebut tetap relevan bagi berbagai generasi.
Sementara itu, Direktur Film, Animasi, dan Video Kementerian Ekonomi Kreatif Doni Setiawan mengusulkan dukungan melalui Jakarta Film Commission (JFC).
Baginya, TMII dapat menjadi penghubung antara Keong Emas dan JFC.
“Keong Emas nantinya bisa dihubungkan dan dikembangkan sebagai salah satu destinasi atau lokasi untuk pembuatan film yang dapat masuk dalam kalender perfilman di Indonesia, terutama untuk kegiatan yang bersifat nonkomersial,” kata Doni dalam kesempatan yang sama.
Keong Emas sendiri telah menjadi bagian dari perjalanan perfilman di TMII sejak puluhan tahun lalu. Teater ini diresmikan pada 20 April 1984 sebagai tempat rekreasi sekaligus edukasi melalui tayangan layar besar.
Sejak awal, Keong Emas digunakan untuk memperkenalkan kekayaan alam dan budaya Indonesia melalui film. Rencana aktivasi Kementerian Ekonomi Kreatif kini memperluas fungsi tersebut dengan membuka ruang bagi sineas, mahasiswa, dan komunitas kreatif.















