Menteri Perdagangan, Budi Santoso saat ditemui di Kementerian Perdagangan, Jakarta. (Foto: Dok. Nur Aida/PravadaNews)

Beranda / Ekonomi / Kemendag Buka Opsi Subsidi Kedelai

Kemendag Buka Opsi Subsidi Kedelai

PravadaNews – Kenaikan harga kedelai mulai menekan biaya produksi tahu dan tempe hingga mendorong Kementerian Perdagangan (Kemendag) membuka kembali opsi subsidi untuk meringankan beban perajin.

Sebelumnya, Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) mencatat harga kedelai naik dari sekitar Rp9.500 menjadi Rp11.600 per kilogram pada awal Oktober 2026, bahkan menyentuh Rp12.000 per kilogram di sejumlah daerah.

Kenaikan harga bahan baku tersebut membuat sebagian perajin mengecilkan ukuran tahu dan tempe serta mengurangi produksi agar harga jual kepada konsumen tidak ikut meningkat.

Kondisi itu mendapat respons Menteri Perdagangan Budi Santoso yang mengatakan pemerintah masih membahas bentuk intervensi untuk membantu perajin tahu dan tempe.

“Kita tunggu arahan pimpinan apakah subsidi atau apa,” kata Budi saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Menurut Budi, subsidi menjadi salah satu opsi karena skema serupa pernah digunakan pemerintah untuk menangani kenaikan harga kedelai.

Namun, keputusan mengenai bentuk intervensi ini masih akan dibahas bersama pemerintah melalui rapat koordinasi terbatas (rakortas).

Di tengah pembahasan tersebut, Budi menyebut kondisi perang global dan perkembangan harga minyak turut memengaruhi pergerakan harga kedelai.

“Ya sekarang kan memang kondisi perang global, harga minyak, dan sebagainya. Tapi kan kita harus bisa bagaimana meringankan para perajin tempe dan sebagainya agar harganya murah dan terjangkau,” tutur Mendag Busan.

Budi juga menyampaikan harga kedelai yang dipantaunya melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kemendag berada di kisaran Rp13.200 per kilogram, naik dari sekitar Rp12.000 per kilogram.

Pada hari yang sama, pantauan PravadaNews melalui SP2KP Kemendag pada pukul 15.00 WIB menunjukkan harga rata-rata nasional kedelai impor sebesar Rp13.719 per kilogram, sedikit turun dari Rp13.727 per kilogram pada Senin (5/10/2026).

Harga itu masih berada di atas acuan pemerintah karena Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 12 Tahun 2024 tentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat Produsen dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen menetapkan Harga Acuan Penjualan (HAP) kedelai impor maksimal Rp12.000 per kilogram di tingkat konsumen.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *