PravadaNews – Langit di sejumlah wilayah Indonesia diprakirakan masih bersahabat dengan guyuran hujan pada Kamis (8/10/2026).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan ringan berpotensi turun di sejumlah daerah, sementara masyarakat di beberapa wilayah lainnya diminta mewaspadai kondisi udara kabur, asap, hingga kabut.
Tak hanya itu, potensi hujan yang disertai petir juga perlu diantisipasi di sejumlah daerah.
Prakirawan BMKG, Lintang Alya mengatakan, kondisi cuaca di sejumlah kota besar Indonesia cukup beragam.
Di Pulau Sumatra, misalnya, Banda Aceh, Tanjung Pinang, Palembang, Lampung, dan Pangkal Pinang diprakirakan mengalami udara kabur.
“Sementara itu, Jambi berpotensi mengalami kondisi berawan tebal. Hujan ringan diprakirakan mengguyur wilayah Medan, Pekanbaru, Padang, dan Bengkulu,” kata Lintang.
Beranjak ke Pulau Jawa. Jakarta, Serang, Semarang, dan Yogyakarta diprediksi mengalami cuaca berawan tebal.
Sedangkan, Surabaya berpotensi berawan, lalu Bandung diprakirakan diguyur hujan ringan.
“Untuk wilayah Kalimantan, Palangkaraya berpotensi mengalami kondisi asap atau kabut. Banjarmasin diprakirakan mengalami udara kabur, sementara hujan ringan berpeluang turun di Samarinda,” ucap Lintang.
Lintang juga mengingatkan, masyarakat di Pontianak dan Tanjung Selor untuk mewaspadai potensi hujan yang dapat disertai petir.
Kondisi tersebut, perlu menjadi perhatian masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.
“Waspadai hujan yang dapat disertai petir di wilayah Pontianak dan Tanjung Selor,” ujar Lintang.
Sementara itu, cuaca di kawasan Bali dan Nusa Tenggara juga diprakirakan bervariasi.
Denpasar berpotensi diguyur hujan ringan, Mataram diprediksi mengalami udara kabur, sedangkan Kupang berpotensi berawan tebal.
Di Sulawesi, Manado diprakirakan berawan dan Makassar berpotensi cerah berawan.
Lintang menjelaskan, Palu diprediksi mengalami udara kabur, Kendari berpotensi diliputi asap atau kabut, sedangkan Gorontalo diprakirakan berawan tebal.
“Hujan ringan diprakirakan akan mengguyur wilayah Mamuju,” kata Lintang.
Berpindah ke kawasan Maluku dan Maluku Utara, Ternate diprakirakan mengalami cuaca berawan tebal.
Sementara itu, Ambon berpotensi mengalami udara kabur.
Untuk wilayah Papua, Sorong dan Merauke diprakirakan mengalami udara kabur, sedangkan Jayawijaya berpotensi berawan.
Hujan ringan juga diprediksi terjadi di Manokwari, Nabire, dan Jayapura.
Selain menyampaikan prakiraan cuaca di sejumlah kota, BMKG memberikan perhatian khusus kepada pengguna transportasi udara.
Potensi awan hujan atau cumulonimbus diperkirakan muncul di sejumlah kawasan perairan dan wilayah Indonesia.
Beberapa lokasi yang perlu diwaspadai antara lain Samudera Hindia bagian barat Kepulauan Nias dan Mentawai, Sumatra bagian utara serta Aceh.
Potensi awan hujan juga terdapat di Laut Natuna bagian utara serta wilayah Kalimantan bagian barat hingga utara.
Kondisi serupa berpotensi terjadi di Laut Sulawesi bagian timur, Samudera Pasifik sebelah utara Maluku dan Papua, serta Papua bagian tengah.
Awan cumulonimbus perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi kondisi penerbangan.
BMKG mengimbau, masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca sebelum melakukan aktivitas.
Terutama bagi warga yang berada di wilayah dengan potensi hujan lebat maupun petir.















