Pravadanews – Penyerapan hasil panen petani menjadi salah satu upaya untuk memperkuat cadangan pangan pemerintah. Kontribusi daerah sentra produksi beras menjadi penentu keberhasilan pengadaan pangan dalam negeri untuk ketersediaan beras nasional.
Jawa Timur menjadi salah satu wilayah dengan kontribusi besar dalam pengadaan gabah dan beras yang dilakukan Perum BULOG sepanjang 2026. Hingga 11 Oktober 2026, realisasi pengadaan di wilayah tersebut mencapai 979.817 ton setara beras atau 110,85 persen dari target sebesar 883.912 ton.
Capaian tersebut membuat Jawa Timur berkontribusi sekitar 23,7 persen terhadap total pengadaan nasional BULOG yang diklaim mencapai 4.131.492 ton setara beras. Angka itu telah melampaui target pengadaan 2026 sebesar 4 juta ton.
“Realisasi pengadaan yang melampaui target wilayah mencerminkan kuatnya kolaborasi antara BULOG, petani, mitra penggilingan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mengoptimalkan potensi produksi pangan daerah,” ujar Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani dalam keterangannya, dikutip Selasa (13/10/2026).
Dengan pencapaian tersebut, maka Jawa Timur dipilih sebagai lokasi kegiatan tasyakuran atas pencapaian pengadaan nasional.
Lebih lanjut, Ahmad Rizal menyampaikan, capaian pengadaan tersebut merupakan bagian dari upaya BULOG menjalankan dalam menjaga Cadangan Beras Pemerintah (CBP).halbitu juga menjadi bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Gabah/Beras Dalam Negeri serta Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah Tahun 2026–2029.
Oleh karena itu, Kata Rizal, pihaknya akan terus memperkuat penyerapan hasil panen petani, pengelolaan kualitas, serta infrastruktur penyimpanan beras untuk ketersediaan cadangan pangan nasional.
Dengan realisasi yang telah melampaui target wilayah, Jawa Timur disebut menjadi salah satu daerah yang berperan penting dalam pencapaian pengadaan beras nasional pada 2026.















