PravadaNews – Produk pangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mendapat peluang masuk ke minimarket dan supermarket melalui Pangan Nusa Expo 2026 yang dibuka pada Rabu (14/10/2026).
Pameran ini berlangsung bersamaan dengan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten. Melalui kegiatan itu, Kementerian Perdagangan (Kemendag) mempertemukan pelaku UMKM dengan pengusaha ritel untuk membuka akses pemasaran.
Menteri Perdagangan, Budi Santoso, mengatakan perluasan akses pasar domestik menjadi salah satu tujuan penyelenggaraan Pangan Nusa, selain meningkatkan daya saing produk pangan lokal.
“Kita ingin pasar dalam negeri yang besar ini diisi oleh produk-produk lokal yang tentu berkualitas,” kata Budi saat membuka Pangan Nusa Expo 2026, dikutip Kamis (15/10/2026).
Untuk membuka akses tersebut, Kemendag menggandeng Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) serta Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO). Kedua asosiasi akan menyeleksi produk melalui penjajakan bisnis (business matching).
“Ya, nanti ada business matching di dalam, dikurasi dan diseleksi oleh HIPPINDO dan APRINDO. Produk yang lolos nanti bisa masuk ke minimarket dan ritel modern,” lanjut Mendag Budi.
Selain melalui penjajakan bisnis, Budi menyebut para pemenang penghargaan UKM Pangan Award 2026 juga mendapat akses pemasaran ke ritel modern melalui kerja sama Kemendag dengan APRINDO.
Untuk mendukung pemasaran, Kemendag akan memfasilitasi 4.100 kode batang (barcode) agar produk lebih mudah tercatat dalam sistem ritel modern. Budi juga menyampaikan 500 UMKM akan mendapat fasilitas pembaruan merek (rebranding) untuk memperkuat identitas produk dan usahanya.
Berdasarkan catatan Kemendag, Pangan Nusa Expo 2026 menghadirkan lebih dari 213 pelaku UMKM kuliner dan pangan kemasan. Kegiatan ini juga melibatkan sekitar 50 pengusaha ritel swalayan dan pusat perbelanjaan dalam penjajakan bisnis.
Sementara itu, program UKM Pangan Award 2026 mencatat 917 pendaftar dari 33 provinsi yang mengikuti seleksi produk pangan unggulan. Penilaian mencakup kelengkapan dokumen, kualitas produk, keamanan pangan, hingga pemasaran.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 318 produk lolos pemeriksaan awal sebelum disaring menjadi 40 produk dari 35 UMKM finalis. Setelah penjurian akhir, Kemendag menetapkan 10 produk sebagai pemenang.
Kemendag mencatat sejumlah pemenang tahun sebelumnya telah berhasil masuk ke ritel modern, antara lain Alexa Kukies di Ranch Market serta Sambal Mamani di Superindo, Hero, dan Alfamidi.
Meski demikian, kelengkapan kode batang masih menjadi kendala bagi pelaku UMKM seperti pemilik Choco Kreasi Sehat, Dian Annisa.
Persoalan tersebut disampaikan dirinya saat mengikuti program fasilitasi sertifikasi kode batang Kemendag di Kantor Kemendag, Jakarta, pada Selasa (6/10) lalu.
“Senang sekali dan alhamdulillah kami difasilitasi Kemendag. Selama ini, salah satu kendala kami adalah belum memiliki barcode sehingga produk belum bisa dipasarkan ke ritel modern. Fasilitasi ini sangat membantu kami,” ujar Dian.















