Ilustrasi tanaman herbal bernama ilmiah Tinospora crispa atau Brotowali. (Foto: AI)

Beranda / Kesehatan / Khasiat Utama Jamu Brotowali

Khasiat Utama Jamu Brotowali

PravadaNews – Di balik rasanya yang terkenal sangat pahit, jamu brotowali menyimpan potensi manfaat kesehatan yang telah lama dikenal dalam pengobatan tradisional Indonesia.

Tanaman herbal bernama ilmiah Tinospora crispa ini menjadi perhatian karena kandungan senyawa aktifnya yang diteliti, terutama terkait potensi membantu mengendalikan kadar gula darah.

Brotowali merupakan tanaman merambat yang bagian batangnya kerap dimanfaatkan sebagai bahan ramuan herbal.

Kementerian Kesehatan RI melalui Formularium Obat Herbal Asli Indonesia dikutip pada Selasa (20/10/2026), turut mencantumkan brotowali sebagai tanaman herbal yang berpotensi digunakan untuk diabetes melitus.

Namun, bukti ilmiah mengenai efektivitas dan keamanannya pada manusia masih terbatas.

Salah satu potensi manfaat brotowali yang banyak diteliti adalah pengaruhnya terhadap kadar glukosa darah.

Sejumlah penelitian awal menunjukkan adanya kemungkinan efek penurunan gula darah. Meski demikian, hasil penelitian pada manusia belum konsisten.

Tinjauan ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Pharmacology pada 2022 mencatat, penelitian klinis brotowali masih memiliki keterbatasan, sehingga belum cukup untuk memastikan efektivitasnya sebagai terapi diabetes.

Batang brotowali diketahui mengandung sejumlah senyawa, termasuk alkaloid berberin dan columbin, serta senyawa pahit lainnya.

Kandungan tersebut menjadi objek penelitian untuk memahami aktivitas biologis tanaman ini.

Namun, keberadaan senyawa aktif tidak otomatis membuktikan jamu brotowali dapat menyembuhkan penyakit tertentu.

Manfaatnya tetap perlu dinilai berdasarkan penelitian klinis yang memadai.

Penelitian praklinis juga mengeksplorasi potensi brotowali terkait aktivitas antioksidan dan antiinflamasi.

Akan tetapi, sebagian besar temuan tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut sebelum dapat diterapkan sebagai manfaat pengobatan pada manusia.

Meski berasal dari tanaman herbal, brotowali tidak sepenuhnya bebas risiko.

Tinjauan ilmiah mengenai Tinospora crispa menemukan adanya kekhawatiran terhadap kemungkinan kerusakan hati, khususnya pada penggunaan dengan dosis tinggi atau dalam jangka panjang.

Sejumlah penelitian pada manusia juga melaporkan peningkatan enzim hati setelah konsumsi brotowali.

Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak mengonsumsi ramuan ini secara berlebihan atau menjadikannya pengganti obat dokter.

Orang yang memiliki gangguan fungsi hati, sedang hamil atau menyusui, maupun mengonsumsi obat penurun gula darah perlu berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum menggunakan brotowali.

Kombinasi dengan obat diabetes juga berpotensi memengaruhi kadar gula darah.

Dengan begitu, masyarakat perlu memahami perbedaan antara penggunaan obat tradisional, hasil penelitian awal, dan khasiat yang telah terbukti secara klinis.

Oleh sebab itu, penggunaan herbal sebaiknya dilakukan secara bijak dan tidak menggantikan diagnosis maupun pengobatan medis.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *