Anggota Komisi XI DPR RI, Bertu Merlas. (Foto: Dok. F-PKB DPR RI)

Beranda / Ekonomi / Rupiah Melemah Alarm bagi Pemerintah

Rupiah Melemah Alarm bagi Pemerintah

PravadaNews – Nilai tukar rupiah yang kini menembus level Rp17.300 per dolar AS pada 23 April 2026. Tekanan dolar terhadap rupiah menjadi alarm bahaya bagi stabilitas ekonomi nasional.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti menegaskan pergerakan rupiah masih sejalan dengan tren regional, dengan pelemahan yang tercatat sejak awal tahun.

“Pergerakan rupiah masih sejalan dengan kawasan, dengan pelemahan year-to-date sebesar 3,54%,” kata Destry, Kamis (23/4/2026).

Sementara itu, Anggota Komisi XI DPR RI, Bertu Merlas mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret guna menjaga daya beli masyarakat sekaligus meredam potensi inflasi yang dipicu oleh pelemahan mata uang tersebut.

“Kondisi rupiah saat ini harus menjadi alarm bagi pemerintah. Pelemahan ini berdampak langsung pada kenaikan harga barang impor dan biaya produksi,” kata Bertu kepada wartawan, Minggu (26/4/2026).

Baca Juga: Rupiah Terseret Dolar AS Tembus Rp17.300

“Jika harga barang naik sementara pendapatan masyarakat stagnan, daya beli akan terpuruk,” tambah Bertu.

Bertu memperingatkan bahwa pelemahan rupiah akan menciptakan efek domino berupa kenaikan biaya produksi bagi industri yang bergantung pada bahan baku impor.

Jika tidak dimitigasi dengan cepat, beban biaya ini akan dialihkan kepada konsumen melalui kenaikan harga barang jadi yang ujungnya akan menggerus kesejahteraan masyarakat secara langsung.

Legislator asal Sumatera Selatan ini menekankan bahwa pemerintah tidak boleh membiarkan inflasi lepas kendali.

Menurutnya, inflasi yang tinggi di tengah pelemahan rupiah akan memperparah beban hidup kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.

“Tanpa intervensi pemerintah untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok, risiko ketidakstabilan sosial ekonomi akan semakin terbuka lebar,” pungkas Bertu.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *