Menko Pangan, Zulkifli Hasan (Kiri); Mendagri, Muhammad Tito Karnavian (tengah); dan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman saat menghadiri Rakortas di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta. (Foto: Dok. Intan Afrida Rafni).

Beranda / Ekonomi / Pemerintah Usul Subsidi Listrik dan BBM Jelang Nataru

Pemerintah Usul Subsidi Listrik dan BBM Jelang Nataru

PravadaNews – Pemerintah mulai menyiapkan antisipasi untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).

Pasalnya, peningkatan mobilitas masyarakat selama libur akhir tahun biasanya berpotensi naik.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian mengusulkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi tekanan inflasi pada Desember 2026. Salah satunya melalui pemberian subsidi listrik, bahan bakar minyak (BBM), hingga angkutan udara.

Tito mengatakan, pemerintah perlu menjaga agar inflasi tahunan tidak melampaui batas atas sasaran yang ditetapkan, yakni 3,5 persen. Apalagi pada momentum libur Nataru, akan ada peningkatan mobilitas melalui jalur darat, laut, dan udara.

“Karena apa? Karena ada liburan akhir tahun, ada Natal, ada Tahun Baru, ada perjalanan, mobilitas masyarakat akan tinggi, baik melalui udara, laut, maupun darat,” ujar Tito di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (26/10/2026).

Berdasarkan data inflasi September 2026, inflasi tahunan Indonesia tercatat sebesar 3,28 persen. Menurut Tito, angka tersebut masih berada dalam rentang sasaran inflasi pemerintah sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen.

Meski demikian, inflasi bulanan dari Agustus ke September 2026 tercatat sebesar 0,30 persen. 

Di sisi lain, usulan pemberian subsidi listrik, khususnya bagi pelanggan dengan daya 1.200 VA, juga disampaikan dalam rapat koordinasi tersebut. Menurut Tito, kebijakan subsidi listrik menjadi salah satu yang bisa menekan inflasi.

“Nah yang terakhir, karena baseline di bulan Desember itu relatif cukup rendah ya, maka perlu ada semacam subsidi, supaya jangan sampai Desember year on year itu menaik naik ke angka 3,5%, di atas 3,5%. Di antaranya lah mungkin subsidi listrik ya, 1.200 VA. Itu pernah kita lakukan, itu langsung deflasi,” kata Tito.

Selain listrik, Titi juga mengusulkan adanya subsidi BBM, dengan mempertimbangkan penambahan pasokan. Menurut Tito, upaya tersebut merupakan salah satu strategi untuk mengendalikan tekanan harga menjelang periode libur akhir tahun.

Begitupula dengan tarif angkutan udara yang dinilai turut berpengaruh terhadap inflasi. Dengan kondisi tersebut, Tito meminta Kementerian Perhubungan, khususnya Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, berkoordinasi dengan maskapai penerbangan untuk menjaga tarif tiket selama periode permintaan tinggi.

“Keuntungan kan tetap ada, tapi jangan ambil keuntungan maksimal supaya tidak berpengaruh kepada inflasi,” jelas Tito.

Dengan usulan tersebut, Tito berharap dapat membantu menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi daya beli masyarakat menjelang Nataru. 

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *