PravadaNews – Kesulitan sebagian keluarga memenuhi kebutuhan beras mendorong pemerintah mempercepat bantuan pangan 30 kilogram bagi kelompok desil 1-4 menjelang akhir 2026.
Bantuan untuk sekitar 33,2 juta keluarga tersebut ditargetkan selesai disalurkan sebelum Desember 2026, setelah pemerintah kembali membahas percepatannya pada Senin (26/10/2026).
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), mengatakan pemerintah telah mendapat persetujuan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat bantuan kepada sekitar 33,2 juta keluarga.
“Diputuskan Pak Presiden, beliau setuju, bantuan pangan untuk 33,2 juta dari desil 1 sampai desil 4. Kita percepat, sebelum Desember 2026 ini selesaikan. Masing-masing 30 kilo,” kata Zulhas dalam rapat koordinasi pangan di Kemenko Pangan.
Melalui skema rapel, jatah Oktober, November, dan Desember masing-masing 10 kilogram digabung menjadi satu kali penyaluran sebanyak 30 kilogram per keluarga.
Bantuan itu menyasar kelompok desil 1 hingga 4 dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), yakni kelompok 40% keluarga dengan tingkat kesejahteraan relatif terendah.
Sebagai informasi, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat sasaran program mencapai 33.244.408 keluarga penerima manfaat (KPM), dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp17,5 triliun.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pemerintah menyiapkan hampir satu juta ton beras yang akan disalurkan kepada keluarga penerima di seluruh Indonesia.
Menurut Zulhas, keputusan pemberian bantuan sebenarnya telah dibuat pada September 2026, tapi pelaksanaannya kembali dipercepat pada Oktober.
Percepatan ini diputuskan bersama Menteri Keuangan, Menteri Pertanian, dan Direktur Utama Perum Bulog untuk membantu keluarga yang kesulitan membeli kebutuhan pangan.
“Itu yang enggak bisa beli, jadi diberi, dipercepat. Tadi kita rapat, kita putuskan seperti itu dengan Menteri Keuangan, Pak Mentan, dan Dirut Bulog,” tegas Zulhas.
Selain membantu keluarga berpenghasilan rendah, Zulhas menyebut kenaikan harga beras di sejumlah tempat tetap membebani pengeluaran rumah tangga.
Meski pemerintah telah menetapkan target penyelesaian sebelum Desember 2026, Zulhas belum merinci jadwal penyaluran untuk masing-masing daerah.
Sementara itu, diketahui Perum Bulog telah menerima surat penugasan pemerintah untuk menyalurkan bantuan pangan beras tahap ketiga periode Oktober hingga Desember 2026.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan persediaan beras dan kebutuhan kemasan telah disiapkan, tapi pelaksanaan distribusi masih menunggu daftar nama penerima dari Kementerian Sosial (Kemensos).
“Suratnya sudah keluar. Untuk kemasan dan berasnya juga sudah siap semuanya. Tinggal menunggu nama-nama penerima yang belum kami terima dari Kementerian Sosial,” kata Rizal dalam keterangan yang diterima pada Minggu (25/10).
Rizal berharap data penerima dapat diterima dalam satu hingga dua minggu ke depan agar bantuan segera disalurkan kepada keluarga yang berhak.














