Ilustrasi Gejala Awal Anemia Sel Sabit. (Foto: Dok. Stock.adobe.com)

Beranda / Kesehatan / Kenali Gejala Awal Anemia Sel Sabit

Kenali Gejala Awal Anemia Sel Sabit

PravadaNews – Anemia sel sabit dapat bermula dari tanda yang tampak ringan, saat tubuh anak mulai kehilangan pasokan oksigen yang lancar.

Sickle cell anemia, istilah lainnya, merupakan kelainan genetik yang mengubah bentuk sel darah merah. Dalam kondisi normal, sel darah merah berbentuk bulat dan lentur sehingga mudah bergerak membawa oksigen melalui pembuluh darah.

Halodoc menjelaskan, perubahan bentuk itu membuat sel darah merah tidak lagi bergerak selancar kondisi normal. 

“Sel darah merah akan berbentuk seperti sabit, kaku, dan sangat mudah menyumbat bagian pembuluh darah kecil,” dilansir redaksi dari laman Halodoc, Jumat (19/6/2026).

Baca Juga: Efektifkah Pisang untuk Diare?

Penyumbatan tersebut membuat jaringan tubuh tidak selalu mendapat darah sehat dan oksigen dalam jumlah cukup. Karena itu, tanda awal dapat muncul sebagai tubuh cepat lelah, pucat, pusing, jantung berdebar, serta mudah rewel.

Pada bayi, gejala anemia sel sabit dapat muncul sejak usia empat bulan dan biasanya terlihat lebih jelas sekitar usia enam bulan. Kondisi anemia yang berlangsung juga dapat mengganggu pertumbuhan karena tubuh membutuhkan oksigen untuk menunjang perkembangan anak.

Tanda lain yang perlu dikenali itu krisis sel sabit, yaitu nyeri yang muncul pada dada, perut, sendi, atau tulang. Nyeri ini terjadi ketika sel berbentuk sabit menempel di pembuluh darah kecil dan menghambat aliran darah.

Krisis itu dapat dipicu dehidrasi, aktivitas fisik terlalu berat, tekanan emosional, hingga paparan suhu dingin. Pada bayi berusia di bawah satu tahun, sumbatan di limpa dapat menyebabkan perut kiri membesar dan terasa nyeri.

Selain nyeri, pembengkakan tangan dan kaki dapat menjadi tanda awal yang mudah terlewat oleh keluarga. Infeksi berulang dan gangguan penglihatan juga perlu diwaspadai karena aliran darah yang terhambat dapat memengaruhi limpa dan mata.

Adapun, World Health Organization (WHO) menyebut, penyakit sel sabit sebagai kelainan darah turunan yang dapat memicu krisis nyeri, anemia, infeksi, stroke, hingga kerusakan organ. Dalam hal ini, diagnosis dini menjadi penting agar komplikasi dapat dicegah.

Senada dengan itu, Peringatan Hari Sel Sabit Sedunia pada 19 Juni 2026 kembali mengingatkan pentingnya deteksi dini kelainan darah turunan. Momentum tersebut menyoroti kebutuhan perawatan yang lebih kuat karena gejala awal sering menyerupai keluhan biasa pada anak.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *