Usaha les laptop yang dikembangkan Febriansah dan Kakaknya, Dwiki Maulana. (Foto: Dok. Pribadi)

Beranda / Nasional / Sumpah Pemuda Jadi Momentum Anak Muda Berusaha

Sumpah Pemuda Jadi Momentum Anak Muda Berusaha

PravadaNews – Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada Rabu (28/10/2026) menjadi momentum bagi generasi muda untuk mengembangkan usaha sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Semangat tersebut tercermin dari langkah Febriansah atau disapa Febri, pemuda asal Bogor berusia 22 tahun yang merintis usaha les komputer bersama kakaknya, Dwiki Maulana. Usaha yang dimulai pada Februari 2026 itu bertujuan membantu anak-anak mengenal teknologi sejak dini.

Febri mengaku terinspirasi melihat generasi muda yang mampu memperoleh penghasilan sendiri melalui kegiatan usaha. 

Menurutnya, keberhasilan ini juga dapat memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat.

“Tentunya, melihat anak-anak muda yang sudah sukses, punya penghasilan sendiri, bisa menghidupi diri sendiri, dan membantu perekonomian masyarakat, terutama di Indonesia, membuat kami merasa bangga,” ujar Febri kepada PravadaNews.

Berangkat dari semangat tersebut, Febri mencoba memanfaatkan peluang usaha di bidang pendidikan teknologi. Keputusan itu didasari pengamatan terhadap anak-anak yang sudah terbiasa menggunakan telepon genggam, tapi belum tentu memahami penggunaan komputer.

Melalui kegiatan les, Febri ingin membantu anak-anak menguasai keterampilan dasar komputer secara bertahap. Pembelajaran ini juga diharapkan dapat mempersiapkan mereka menghadapi perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Selain memberikan manfaat pendidikan, Febri berharap usaha yang dirintis dapat berkembang dan membuka lapangan pekerjaan. 

Namun, keterbatasan ekonomi dan fasilitas masih menjadi tantangan bagi anak muda yang ingin memulai usaha.

“Kami ingin anak-anak muda semakin semangat untuk melihat dan membuka peluang-peluang yang bisa dijadikan usaha. Namun, kembali lagi, pasti ada kendala, terutama masalah ekonomi dan berbagai keterbatasan lainnya,” tutur lulusan Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) tersebut. 

Meski demikian, Febri berharap semakin banyak pemuda tertarik mengembangkan usaha serupa. Baginya, kegiatan itu dapat menjadi salah satu cara untuk membantu masyarakat meningkatkan pemahaman terhadap teknologi.

Pemerintah, harapnya, dapat memperhatikan pemerataan fasilitas pendidikan, khususnya ketersediaan komputer di sekolah. Harapan ini muncul karena menurut pengamatannya, masih ada sekolah yang memiliki keterbatasan sarana pembelajaran teknologi.

Perlu diketahui, Sumpah Pemuda sendiri lahir melalui Kongres Pemuda Kedua yang berlangsung pada 27–28 Oktober 1928 di Jakarta. Kongres tersebut mempertemukan pemuda dari berbagai daerah dan organisasi untuk memperkuat persatuan Indonesia.

Selain membahas persatuan, kongres itu turut menaruh perhatian pada persoalan pendidikan. Dalam rapat kedua pada 28 Oktober 1928, para peserta menekankan pentingnya pendidikan kebangsaan serta keseimbangan pembelajaran di sekolah dan keluarga.

Kongres Pemuda Kedua kemudian menghasilkan tiga ikrar yang dikenal sebagai Sumpah Pemuda. Ketiganya menegaskan pengakuan terhadap satu tanah air, satu bangsa, dan bahasa persatuan, yakni Bahasa Indonesia.

Menjelang penutupan kongres, Wage Rudolf Soepratman memperdengarkan lagu Indonesia Raya menggunakan biola. Setelahnya, Sugondo Djojopuspito membacakan keputusan kongres yang dirumuskan Muhammad Yamin dan menjadi dasar peringatan Hari Sumpah Pemuda setiap 28 Oktober.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *