PravadaNews – Di tengah kebijakan efisiensi belanja pemerintah, Kementerian Perdagangan menggelar pasar murah Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah tanpa menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Untuk pertama kalinya, kegiatan tersebut sepenuhnya dibiayai dan diselenggarakan oleh koperasi internal kementerian.
Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan, Isy Karim, mengatakan pasar murah ini merupakan inisiatif murni koperasi di lingkungan Kemendag sebagai respons atas kebijakan efisiensi anggaran yang sedang dijalankan pemerintah.
“Penyelenggaraan pasar murah ini untuk pertama kalinya di lingkungan Kementerian Perdagangan tidak didukung oleh anggaran APBN. Ini murni kreasi koperasi di tengah efisiensi anggaran yang sedang kita lakukan,” ujar Isy saat membuka pasar murah di kantor Kemendag, Rabu, 18 Februari 2026.
Menurut Isy, pasar murah tersebut digelar untuk memenuhi kebutuhan sandang dan pangan pegawai Kemendag serta masyarakat di sekitar kantor kementerian menjelang Ramadan. Sebanyak 75 tenant berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Baca juga: Polemik Data PBI BPJS Kesehatan Kurang Apik
Dia menyebut, seluruh tenant berasal langsung dari para pemasok (supplier), sehingga harga yang ditawarkan diklaim lebih terjangkau.
“Tenant-tenant ini hadir langsung dari supplier, jadi insya Allah harganya lebih murah dan bisa membantu masyarakat menjelang Ramadan,” kata Isy.
Selain pemasok besar, kata Isy, Kemendag juga memberi ruang bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) untuk membuka tenant. Langkah ini sekaligus menjadi sarana promosi produk pangan dan kuliner lokal, sejalan dengan kebijakan Menteri Perdagangan dalam mendorong penggunaan produk dalam negeri.
Dalam kegiatan tersebut, lanjut Isy, anggota Koperasi Kementerian Perdagangan juga mendapatkan voucher belanja senilai Rp 150 ribu yang dapat digunakan di seluruh tenant pasar murah.
Isy menambahkan, Koperasi Pemasaran Niaga Sejahtera Kementerian Perdagangan telah berdiri sejak 1978 dan kini memiliki 1.210 anggota atau sekitar 42 persen dari total pegawai Kemendag di pusat. Dia berharap jumlah anggota koperasi terus bertambah.
Menurut dia, penguatan koperasi internal kementerian juga sejalan dengan program prioritas Presiden terkait penguatan koperasi nasional, termasuk semangat Koperasi Merah Putih.
“Masa kita pembina koperasi tapi tidak punya koperasi yang kuat,” tandas Isy. (Nury)















