PravadaNews – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno memastikan pelaksanaan arus mudik Lebaran 2026 berjalan lancar, aman, dan terkendali dengan kasus kecelakaan yang menurun dibanding tahun sebelumnya.
Pratikno mengemukakan, tingginya mobilitas masyarakat pada masa libur Lebaran 2026 dapat dikelola dengan baik berkat sinergi lintas sektor serta pemanfaatan teknologi dalam pengaturan lalu lintas.
“Arus mudik berjalan lancar dan aman. Dibandingkan tahun lalu, jumlah pemudik meningkat, tetapi kasus kecelakaan justru menurun. Ini menunjukkan bahwa mobilitas tinggi tetap bisa dikelola dengan baik dan semakin aman,” ujar Pratikno dikutip Jumat (27/3/2026).
Baca juga : Pertamax Laris di Puncak Arus Mudik
Meski terjadi peningkatan mobilitas, tingkat keselamatan menunjukkan perbaikan signifikan. Sepanjang periode mudik, jumlah kecelakaan di perjalanan tercatat turun sekitar 16 persen dibandingkan tahun 2025, dari 31 kejadian menjadi 26 kejadian. Hal ini membuktikan bahwa pengelolaan arus mudik tidak hanya mampu mengakomodasi peningkatan pergerakan, tetapi juga semakin efektif dalam menjaga keselamatan masyarakat.
Menko PMK menyampaikan, data pemantauan menunjukkan puncak arus mudik pada 18 Maret 2026 (H-3) mencapai lebih dari 270.315 kendaraan, meningkat sekitar 4,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, total kendaraan yang keluar dari Jakarta mencapai sekitar 2,52 juta unit, atau naik tipis 0,9 persen.
Data tersebut selaras dengan data Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu tahun 2026 yang menunjukkan bahwa puncak pergerakan pemudik terjadi secara serentak di berbagai moda transportasi. Pada H-3 Lebaran, pergerakan tertinggi tercatat pada angkutan penyeberangan sebesar 403.883 penumpang, diikuti angkutan kereta api sebanyak 401.238 penumpang, angkutan udara 311.836 penumpang, serta angkutan darat 232.016 penumpang.
Menko PMK menyampaikan, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama lintas sektor yang mengedepankan koordinasi cepat dan berbasis data.
“Semua ini berkat kerja sama semua pihak yang merancang, mengantisipasi, dan merespons dengan cepat dan akurat, didukung teknologi seperti CCTV yang merata, intelligent transport system (sistem transportasi pintar dan terintegrasi), serta analisis data,” tutur Pratino.
Memasuki fase arus balik, pemerintah melihat tren yang lebih positif. Puncak arus balik tercatat lebih awal pada 24 Maret 2026 (H+3) dengan volume sekitar 256.338 kendaraan, atau turun 5,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pola ini menunjukkan bahwa arus balik mulai terdistribusi lebih merata dan tidak terpusat pada satu waktu.
Di sisi lain, total kendaraan yang kembali ke Jakarta mencapai sekitar 1,96 juta kendaraan atau meningkat sekitar 6 persen dibandingkan tahun lalu. Peningkatan ini mencerminkan tingginya aktivitas masyarakat, tetapi masih dengan pola pergerakan yang lebih terkendali.
Namun demikian, Menko PMK mengingatkan pentingnya menjaga momentum pengelolaan arus balik agar tetap optimal.
“Sekarang kita masuk tahap arus balik. Kami mengajak aparat untuk tetap fokus, melanjutkan kerja keras dan kerja cerdas berbasis data,” tegas Praktino.
Menko PMK juga mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan kembali lebih awal guna menghindari kepadatan pada tanggal-tanggal puncak arus balik.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak menunggu arus balik pada tanggal 28 dan 29 Maret. Mulai arus balik secepatnya, dari hari ini tanggal 25 Maret sudah bisa kembali. Manfaatkan juga diskon tarif tol pada tanggal 26 dan 27 Maret agar perjalanan lebih lancar dan nyaman,” ujar Pratikno.
Pemerintah optimistis dengan kolaborasi yang kuat antara aparat dan masyarakat, arus balik Lebaran 2026 dapat berlangsung lebih merata, aman, dan terkendali.
“Terima kasih kepada seluruh jajaran TNI, Polri, Kementerian Perhubungan, dan BUMN yang telah bekerja keras. Di saat masyarakat mudik, para petugas tetap menjalankan tugasnya untuk melayani. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” ucap Pratikno















