PravadaNews – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menegaskan, cadangan Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam negeri dalam kondisi aman, meski di tengah gejolak Timur Tengah.
“Cadangan BBM kita semuanya di atas standar minimum nasional, baik itu solar maupun bensin, termasuk gas, avtur, dan LPG,” kata Bahlil dalam video conferens dari Korea Selatan, Selasa (31/3/2026).
Bahlil mengatakan, ketegangan geopolitik yang terjadi saat ini, tidak memberikan dampak terhadap pasokan dan cadangan BBM dalam negeri.
“Kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala atas petunjuk dan arahan Bapak Presiden, cadangan BBM kita semuanya di atas standar minimal nasional,” jelas Bahlil. Standar minimal cadangan BBM nasional di Indonesia saat ini pada kisaran 20 hingga 23 hari.
PT Pertamina (Persero) membantah kabar yang beredar di media sosial terkait kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi seperti Pertamax (RON 92), Pertamax Green 95 (RON 95), Pertamax Turbo (RON 98), Dexlite (CN 51), dan Pertamina Dex (CN 53).
Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Muhammad Baron menyatakan, informasi tersebut tidak benar.
“Informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan,” kata Baron kepada PravadaNews, Selasa (31/3/2026).
Baron memastikan belum ada keputusan untuk menaikan harga BBM. “Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026,” jelas Baron.
Baron mengimbau masyarakat untuk mengecek harga BBM melalui laman resmi milik PT Pertamina (Persero). “Dapatkan informasi valid harga BBM Pertamina hanya melalui saluran resmi www.pertamina.com,” jelas Baron.














