PravadaNews – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak, Jawa Tengah, melaporkan situasi darurat banjir yang semakin mengkhawatirkan setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir.
Akibat tingginya curah hujan dan jebolnya tanggul Sungai Tuntang, sebanyak 2.839 jiwa dari sembilan desa terdampak terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Para pengungsi kini menempati posko darurat dan fasilitas sementara yang disediakan oleh pemerintah desa dan BPBD, sementara petugas terus berupaya mengevakuasi warga yang masih berada di wilayah rawan banjir.
Baca juga: Banjir Rendam 30 Rumah di Labean Donggala
Kondisi ini menimbulkan kepanikan bagi masyarakat setempat, dengan banyak rumah, fasilitas umum, dan lahan pertanian terendam air, memperparah risiko kerugian material dan ancaman kesehatan.
BPBD Demak pun mengimbau warga untuk tetap waspada, memantau perkembangan air sungai, serta mengikuti arahan evakuasi guna menghindari korban jiwa dan mempercepat proses pemulihan pasca-bencana.
“Ribuan pengungsi tersebut mengungsi ke sejumlah tempat, mulai dari balai desa, kantor kecamatan, tempat ibadah, sekolah, hingga rumah warga. Total ada 14 lokasi pengungsian,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Demak Agus Sukiyono di Demak, Sabtu (4/4/2026).
Pemerintah setempat bersama relawan terus melakukan pendataan dan penanganan terhadap para pengungsi, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar seperti logistik, kesehatan, dan tempat tinggal sementara.
Hingga kini, kondisi para pengungsi masih dalam pemantauan, sementara upaya penanganan bencana terus dilakukan guna memastikan keselamatan warga terdampak.
Terkait tanggul jebol, kata Agus, hasil pendataan tercatat ada enam lokasi, yakni di Desa Trimulyo ada tiga lokasi dengan panjang 30 meter dan 10 meteran, sedangkan di Desa Sidoharjo ada tiga lokasi dengan panjang 15 meteran.
Tanggul jebol dan terjadi limpasan air Sungai Tuntang pada Jumat (3/4) pagi, sehingga mengakibatkan rumah warga tergenang banjir.
Daerah terdampak banjir, meliputi Desa Trimulyo, Sidoharjo, Turitempel, Tlogorejo, dan Bumiharjo (Kecamatan Guntur), Desa Ploso Kecamatan Karangtengah), Desa Lempuyang (Kecamatan Wonosalam), serta Desa Sarimulyo dan Solorire (Kecamatan Kebonagung).
Kondisi terkini, kata Agus, terdapat sembilan desa di empat kecamatan yang terdampak banjir dengan ketinggian genangan bervariasi. Ada pula genangan setinggi 100-140 sentimeter (Cm).
“Namun, tren untuk hari ini mulai menurun, baik di Desa Trimulyo maupun desa-desa lainnya,” ujar Agus.
Hingga saat ini tim gabungan masih melakukan pendataan serta evakuasi warga yang dimungkinkan masih ada yang belum mengungsi.
Pemerintah Kabupaten Demak bersama tim gabungan telah melakukan sejumlah langkah penanganan, antara lain koordinasi dengan pemerintah desa dan Forkopimcam, asesmen wilayah terdampak, distribusi karung zak untuk penanganan darurat tanggul, penyediaan lokasi pengungsian di beberapa titik, seperti balai desa dan kantor kecamatan.
Selain itu, upaya lanjutan yang dilakukan meliputi monitoring wilayah terdampak, pendataan kerusakan, serta koordinasi lintas instansi















