PravadaNews – Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebanyak 55 ribu buruh akan terjadi pada pekan depan. Oleh karena Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akan melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah stakeholder.
PHK tersebut dikarenakan tingginya harga gas industri. Hal itu juga menyebabkan perusahaan yang menggunakan gas industri tertatih-tatih dalam menjalankan roda usahanya, bahkan ada yang sampai melakukan penutupan operasional.
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, pihaknya akan bertemu para pengusaha yang terdampak sekaligus akan berkoodinasi dengan pihak-pihak terkait lainnya.
Selain itu, Dasco juga berencana akan bertemu Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri untuk membahas tingginya harga gas industri.
“Membicarakan solusi mengenai perusahaan-perusahaan tadi yang mungkin bisa berdampak terhadap 55 ribu karyawan,” kata Dasco.
Baca Juga: Ancaman Badai PHK Pekan Depan
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea menceritakan, dua pabrik dari anggotanya di KSPSI yang terbesar di Bekasi tutup. Perusahaan itu yakni Granito, Milenium Keramik, dan Mulia Keramik.
Andi Gani mengatakan, penutupan tersebut dikarenakan perusahaan alami tekanan akibat harga gas melambung tinggi hingga saat ini.
“Karena gas industri. Ini bahaya sekali,” ujar Andi Gani dalam acara Rakernas 2026 KSPI di Horel Acacia, Jakarta Pusat, Selasa (22/6/2026).
Andi Gani mengatakan, PHK itu akan terjadi pada pekan depan. Andi Gani juga sudah berkomunikasi dengan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia terkait tingginya harga gas industri.
Andi Gani menurutkan, Bahlil menjanjikan kepada dirinya bahwa Kementerian ESDM akan memberikan keputusan soal harga gas industri pada pekan ini.
“Saya sudah ketemu Menteri ESDM, Bung Iqbal, janjinya awal minggu ini harus ada keputusan,” jelas Andi Gani.















