PravadaNews – Pemerintah Arab Saudi tidak menerbitkan visa haji furoda pada tahun 2026 bagi seluruh calon jemaah dari seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Anggota Komisi VIII DPR RI, An’im Falachuddin meminta seluruh pihak untuk menghormati keputusan dari pemerintah Arab Saudi yang tidak menerbitkan visa furoda untuk pelaksanaan haji 2026 ini.
“Keputusan Pemerintah Arab Saudi yang tidak mengeluarkan visa haji foruda harus kita hormati,” kata An’im kepada wartawan, Senin (13/4/2026).
Baca Juga: Kemenhaj Gagap
Oleh karena itu, masyarakat diingatkan tidak menerima tawaran untuk keberangkatan haji menggunakan visa furoda.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan ajakan atau penawaran berangkat haji tahun ini menggunakan visa foruda,” jelas An’im.
An’im mengatakan, haji furoda menjadi pilihan bagi sebagian masyarakat, karena berangkat haji tanpa mengantre panjang, seperti haji reguler yang harus menunggu kurang lebih 26 tahun.
“Memang benar antrean haji yang panjang membuat masyarakat mencari alternatif seperti foruda,” ujar An’im.
An’im meminta kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan jika ada yang menawarkan haji dengan visa furoda.
“Untuk tahun ini, ketika visa tersebut tidak diterbitkan, maka setiap penawaran haji furoda harus diwaspadai,” kata An’im.
“Jangan sampai masyarakat tertipu iming-iming keberangkatan haji instan,” tambah An’im.
An’im menegaskan, pemerintah Arab Saudi hanya menerbitkan visa haji resmi. Indonesia, lanjut An’im, memberangkatkan jemaah dengan jalur haji reguler dan haji khusus.
Selain itu, An’im mendorong Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) untuk menyosialisasikan terkait tidak diterbitkan visa haji furoda oleh pemerintah Arab Saudi.
“Sosialisasi harus diperkuat agar masyarakat benar-benar memahami bahwa tidak ada haji foruda tahun ini,” kata An’im.
Selain itu, kata An’im, pemerintah harus tegas dengan memberikan sanksi kepada pihak-pihak yang masih menawarkan keberangkatan haji menggunakan visa foruda pada tahun ini.
“Karena itu jelas menyesatkan dan berpotensi merugikan masyarakat. Kami minta seluruh jemaah haji berhati-hati dengan segala macam penipuan,” pungkas An’im.















