PravadaNews – Wacana perubahan skema keberangkatan haji dari antrean menjadi war tiket masih menjadi perbincangan hangat di ruang publik.
Awalnya wacana perubahan skema keberangkatan haji pertama kali disampaikan Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan.
Gus Irfan berharap dengan skema war tiket, akan memangkas bahkan menghapus antrean haji. “Waktu itu pemerintah mengumumkan, biaya haji tahun ini sekian, pembukaan pendaftaran dimulai tanggal sekian sampai tanggal sekian, silakan yang mau berangkat haji silakan membayar. Semacam war tiket,” jelas Menhaj minggu lalu.
Baca Juga: Skema War Tiket Haji: Siapa Untung?
Sementara itu, Ketua Komnas Haji dan Umrah, Mustolih Siradj mengatakan, perubahan skema keberangkatan haji harus dibarengi dengan penguatan kualitas dan sumber daya.
Menurutnya, skema war tiket memiliki kelemahan yakni berkaitan dengan jaringan internet. Mustohil mengatakan, ratusan bahkan jutaan orang akan mengakses sistem milik Kementerian Haji secara bersamaan. Namun, jika sistem IT tidak mempuni akan terjadi gagal jaringan.
“Itu tentu akan menjadi persoalan,” kata Mustohil kepada PravadaNews, Rabu (15/4/2026). Maka dari itu, sistem IT yang nantinya akan digunakan harus diperkuat terlebih dahulu.
Selain itu, skema war tiket juga akan menyulitkan masyarakat yang tinggal di daerah yang memang sulit mengakses jaringan internet.
“Mereka yang ingin berangkat haji yang berada di wilayah-wilayah yang belum terjangkau internet, atau internetnya masih up and down, masih lemah, karena kita kan belum rata internet di Indonesia ini,” jelas Mustohil.
Mustohil mengatakan, masyarakat yang tinggal di daerah yang sulit terjangkau internet akan kesulitan untuk mengakses. “Sehingga, nanti justru akan menciptkan kesenjangan,” jelas Mustohil.
“Nanti justru yang bisa berangkat haji didominasi masyarakat yang berada di perkotaan yang sistem internetnya atau kecepatan internetnya sudah bagus,” kata Mustohil.
“Ingat bahwa jamaah haji kita juga banyak kan lansia. Literasi mengenai IT ini kan mereka akan kerepotan dan nanti akan sulit untuk kemudian mendapatkan war tiket,” pungkas Mustohil.















