PravadaNews – Rusia mengusulkan pengalihan uranium Iran yang telah diperkaya tinggi sebagai jalan keluar diplomatik atas eskalasi konflik dengan Amerika Serikat. Namun, Washington disebut menolak gagasan tersebut, kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.
“Presiden Putin mengusulkan ini beberapa waktu lalu sebagai solusi yang sangat baik, tetapi ditolak pihak Amerika,” kata Peskov dalam wawancara dengan India Today, dikutip Jumat (17/4/2026).
Baca juga : Iran Tidak Bisa Diblokade AS!
Peskov menambahkan bahwa Presiden Vladimir Putin masih membuka peluang untuk menghidupkan kembali proposal itu apabila seluruh pihak yang terlibat bersedia mempertimbangkannya.
Usulan tersebut mencakup pemindahan stok uranium Iran yang diperkaya tinggi yang disebut mencapai sekitar 450 kilogram dengan tingkat pengayaan 60 persen ke pihak ketiga sebagai bagian dari upaya deeskalasi.
Namun, menurut Peskov, langkah itu tidak mendapat sambutan dari Washington, yang justru tetap menjadikannya sebagai salah satu syarat utama dalam perundingan untuk mengakhiri konflik yang meletus sejak 28 Februari.
Di sisi lain, Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth menegaskan bahwa Iran pada akhirnya harus menyerahkan material tersebut secara sukarela atau akan diambil dengan cara lain.
Peskov juga menolak legitimasi alasan perang yang digunakan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Peskov menyebut tidak ada bukti dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang menunjukkan Teheran tengah mengembangkan senjata nuklir.
“IAEA tidak pernah menemukan bukti bahwa Iran sedang membangun senjata nuklir,” ujar Peskov.
Kremlin sendiri membantah keterlibatan langsung dalam konflik tersebut.
“Rusia tidak ikut serta dalam ini. Ini bukan perang kami,” kata Peskov.
Kendati demikian, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut Moskow memberikan bantuan militer “dalam berbagai arah,” tanpa merinci bentuk dukungan tersebut.
Sementara itu, Utusan Amerika Serikat Steve Witkoff mengklaim bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin telah meyakinkan Donald Trump bahwa Rusia tidak membagikan informasi intelijen kepada Iran.















