PravadaNews – China menyatakan penggunaan hak veto terhadap rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB terkait Selat Hormuz telah membantu mencegah eskalasi konflik di kawasan yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Beijing menyebut langkah itu sebagai bagian dari upaya menjaga deeskalasi dan mendorong dialog.
Perwakilan tetap China untuk PBB, Fu Cong, mengatakan veto yang dijatuhkan pada 7 April terhadap draf yang diajukan Bahrain atas nama negara-negara Teluk dilakukan untuk menjaga prinsip Piagam PBB serta mencegah meluasnya konflik.
“Suara China mencerminkan pilihan yang bertanggung jawab bagi perdamaian dan bagi rakyat di kawasan tersebut,” kata Fu dalam pertemuan Majelis Umum PBB, dikutip Sabtu (18/4/2026).
Baca juga : Kremlin Usul Solusi Uranium Iran Ditolak
Fu menegaskan, keputusan tersebut juga dinilai membuka ruang bagi gencatan senjata sementara serta mendorong dimulainya kembali jalur negosiasi antar pihak yang bertikai.
Menurut Fu, langkah Dewan Keamanan seharusnya berfokus pada deeskalasi, bukan memperuncing ketegangan.
Fu juga menyinggung risiko dari tindakan militer yang tidak mendapat legitimasi internasional.
“Tindakan Dewan Keamanan tidak boleh memberikan kedok legitimasi bagi operasi militer yang tidak sah,” ujar Fu.
Dalam pernyataannya, Fu menyatakan tidak mendukung serangan Iran terhadap negara-negara Teluk. Namun, Beijing juga menyoroti meningkatnya pengerahan militer dan blokade yang dilakukan Amerika Serikat sebagai tindakan yang dinilai berisiko memperburuk situasi.
“Peningkatan pengerahan militer dan blokade tertarget oleh AS merupakan langkah yang berbahaya dan tidak bertanggung jawab,” kata Fu.
Fu menilai ketegangan di Selat Hormuz merupakan dampak lanjutan dari konflik yang lebih luas di Iran, dan hanya gencatan senjata menyeluruh yang dapat menciptakan kondisi stabil di kawasan tersebut.
Fu juga menyambut kesepakatan gencatan senjata yang telah diumumkan pihak terkait serta mendukung upaya diplomatik yang mengarah pada penyelesaian konflik. Fu menyebut perundingan antara AS dan Iran sebagai langkah awal menuju deeskalasi.
“Pihak-pihak terkait harus mematuhi kesepakatan gencatan senjata dan berpegang pada jalur dialog,” ujar Fu.
Fu menegaskan akan terus mendorong peran mediasi dan menyatakan komitmennya untuk membantu stabilisasi kawasan Timur Tengah melalui pendekatan diplomatik yang dinilai objektif dan tidak memihak.














