Sekretaris Kementerian Pariwisata Bayu Aji dalam peluncuran "Infografis Statistik Pariwisata Tahun 2025 di 10 DPP dan 3 DPR", Jakarta. (Foto: Dok. Kementerian Pariwisata)

Beranda / Infotaiment / Alasan Bali dan Jakarta Jadi Spot Liburan Favorit

Alasan Bali dan Jakarta Jadi Spot Liburan Favorit

PravadaNews – Ketika pilihan destinasi wisata semakin beragam, Bali dan Jakarta tetap menjadi dua wilayah yang sering dipilih masyarakat untuk mengisi waktu liburan.

Daya tarik keduanya tidak hanya bergantung pada tempat wisata, tapi juga pengalaman perjalanan yang ditawarkan, mulai dari budaya, hiburan, kuliner, hingga kemudahan akses.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mencatat Bali dan Greater Jakarta atau kawasan metropolitan Jakarta masuk dalam tiga Destinasi Pariwisata Regeneratif (DPR) yang menjadi fokus pengembangan pariwisata nasional.

Data statistik pariwisata 2025 menunjukkan Bali dan Greater Jakarta memiliki aktivitas wisata serta kontribusi ekonomi yang besar. Bali mencatat 7,04 juta kunjungan wisatawan mancanegara dengan rata-rata lama tinggal mencapai 9,04 malam.

Besarnya kunjungan tersebut membuat pemerintah melihat pentingnya pengembangan destinasi berbasis data agar kebijakan pariwisata dapat disusun sesuai kebutuhan wisatawan dan masyarakat.

Sekretaris Kementerian Pariwisata Bayu Aji mengatakan, data menjadi dasar penting dalam menentukan arah pembangunan pariwisata agar manfaat ekonomi dari sektor tersebut dapat semakin terukur.

“Pembangunan pariwisata yang efektif dan berdaya saing tinggi harus didasarkan pada data yang akurat, lengkap, dan terkini. Data statistik adalah navigasi utama agar setiap rupiah dapat memberikan dampak yang terukur bagi perekonomian masyarakat,” kata Bayu, Jumat (21/8/2026).

Selain memiliki jumlah kunjungan wisatawan yang tinggi, Bali juga mencatat realisasi investasi pariwisata sebesar Rp16,05 triliun pada 2025. Angka ini memperlihatkan besarnya aktivitas ekonomi yang bergerak dari sektor wisata.

Sementara itu, Jakarta dan kawasan sekitarnya memiliki karakter wisata berbeda melalui konsep wisata perkotaan. Kawasan tersebut menggabungkan hiburan, kuliner, belanja, serta kegiatan bisnis yang menjadi bagian dari aktivitas masyarakat.

Greater Jakarta mencatat realisasi investasi pariwisata sebesar Rp23,74 triliun dengan jumlah perjalanan wisatawan nusantara mencapai 293 juta perjalanan pada periode yang sama.

Perbedaan karakter ini membuat Bali dan Jakarta memiliki daya tarik masing-masing bagi wisatawan. Bali kuat melalui kombinasi alam, maupun pengalaman wisata, sedangkan Jakarta berkembang sebagai kota dengan berbagai aktivitas dalam satu kawasan.

Melalui pengelolaan destinasi yang lebih terarah, Bali dan Jakarta diharapkan tetap mampu mempertahankan daya tariknya di tengah persaingan berbagai tujuan wisata baru.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *