PravadaNews – Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa tiga kapal tanker minyak yang melanggar peraturan telah dipukul mundur dan dihentikan setelah mengabaikan peringatan mereka.
Dalam Pernyataannya, Angkatan Laut IRGC menyatakan bahwa pasukannya terus mempertahankan kendali penuh atas Selat Hormuz.
Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa “Beberapa jam yang lalu, tiga kapal tanker minyak yang melanggar aturan—yang mengabaikan peringatan kami dan terus bergerak melintasi jalur yang tidak aman dan ilegal—telah dipukul mundur dan dihentikan,” bunyi pernyataan tersebut melansir Kantor Berita IRNA, dikutip Rabu (29/7/2026).
Angkatan Laut IRGC juga memperingatkan bahwa “campur tangan ilegal dan perintah yang dikeluarkan oleh militer AS—yang gemar membunuh anak-anak—kepada kapal-kapal di kawasan tersebut tidak akan dibiarkan tanpa tanggapan.”
Pernyataan itu memuji keteguhan rakyat Iran selama 150 hari terakhir, seraya menyebutkan bahwa perlawanan mereka telah menunjukkan “tingkat kesadaran dan tekad baru” dari bangsa tersebut.
Menyusul perang agresi kedua yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari, Iran telah mengambil kendali penuh atas lalu lintas di Selat Hormuz, serta memperingatkan bahwa status jalur air strategis tersebut tidak akan pernah kembali seperti masa sebelum perang. Sebagai tanggapan, Angkatan Bersenjata Iran telah menargetkan kapal-kapal yang melanggar ketentuan Iran untuk melintasi selat tersebut.















