PravadaNews – Antusiasme menyaksikan kirab Bendera Pusaka membuat masyarakat memenuhi kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, sejak pagi pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Berdasarkan pantauan PravadaNews sejak pukul 06.00 WIB, warga mulai berdatangan melalui sejumlah sisi Monas untuk mencari tempat menyaksikan rangkaian perayaan.
Banyak di antaranya mengenakan pakaian merah putih, membawa bendera kecil, serta datang bersama keluarga.
Keramaian meningkat menjelang pukul 08.00 WIB ketika perhatian masyarakat mulai tertuju ke jalur yang akan dilalui rombongan. Sebagian warga berdiri di sisi jalan sambil menyiapkan telepon genggam untuk mengabadikan kirab.
Sekitar pukul 08.11 WIB, rangkaian kirab bergerak dari kawasan Monas menuju Istana Merdeka dengan didahului kendaraan pengawalan dan drum corps. Pasukan berkuda kemudian menyusul bersama Kereta Kencana Garuda Prabayaksa yang membawa duplikat Bendera Merah Putih dan teks Proklamasi.
Kereta kencana, pasukan berkuda, dan marching band menarik perhatian warga ketika rombongan melintas. Ponsel kembali terangkat dari tengah kerumunan sebelum kirab meninggalkan kawasan Monas menuju Istana Merdeka.
Namun, sebagian masyarakat tetap bertahan setelah rombongan berlalu untuk menunggu rangkaian berikutnya. Hingga menjelang siang, warga masih memenuhi beberapa bagian Monas meski cuaca semakin terik.
Pada pukul 10.51 WIB, perhatian masyarakat beralih ke langit ketika pesawat tempur dan helikopter melintas di atas kawasan Monas. Warga kembali mengangkat ponsel, sementara sebagian lainnya menutup telinga karena kuatnya suara pesawat.
Formasi udara bernuansa merah putih kembali menarik perhatian masyarakat setelah sebelumnya menyaksikan kirab dari sisi jalan. Kawasan Monas pun tetap ramai hingga atraksi udara berlangsung menjelang siang.
Di antara masyarakat tersebut terdapat warga Bogor, Anita (38), yang datang bersama dua anaknya untuk menyaksikan kirab secara langsung.
Wanita itu memilih menginap di rumah temannya agar tidak perlu memulai perjalanan dari Bogor sejak dini hari.
“Iya mba, datang dari Bogor mau nonton kirab bendera ini hehehe, sekalian bawa dua anak saya,” kata Anita saat berbincang dengan PravadaNews, di kawasan Monas, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Kirab menjadi tujuan utama kedatangannya meski rangkaian perayaan kemerdekaan berlangsung hingga malam. Anita sebenarnya ingin mengikuti konser, tapi harus menyesuaikan rencana ini dengan kondisi kedua anaknya.
Dirinya mengaku perjalanan bersama anak membuatnya lebih memilih menikmati rangkaian yang dapat diikuti sejak pagi. Karena itu, keputusan bertahan hingga malam masih bergantung pada kondisi anak-anaknya setelah berada di tengah keramaian.
“Pengennya gitu tapi susah lagi bawa anak kecil,” ujar ibu dua anak ini.
Baginya, perayaan kemerdekaan tidak berhenti pada keramaian maupun rangkaian pertunjukan.
“Merdeka itu ya bisa hidup tenang, bisa kerja, terus anak-anak ke depannya juga lebih baik,” ungkap Anita menjelaskan arti kemerdekaan menurutnya.
Kedatangan Anita bersama kedua anaknya menjadi bagian dari antusiasme masyarakat yang bertahan di Monas sejak pagi untuk menyaksikan peringatan kemerdekaan secara langsung.















