PravadaNews– Pemerintah Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan menggeser prioritas kebijakan luar negerinya, dengan menempatkan konflik Iran sebagai fokus utama dibandingkan perundingan Rusia–Ukraina yang sebelumnya menjadi agenda penting.
Laporan media Politico yang mengutip pejabat senior Gedung Putih menyebut pembahasan mengenai proses damai Rusia–Ukraina kini jarang muncul dalam agenda internal pemerintahan. Bahkan, sejumlah pejabat mengaku tidak mengetahui kapan terakhir isu tersebut dibahas secara serius di tingkat tertinggi.
“Iran jelas telah menjadi fokus utama,” kata seorang pejabat senior Gedung Putih seperti dikutip dalam laporan tersebut, dikutip Kamis (30/4/2026).
Baca juga : Iran-Rusia Bahas Konflik AS-Israel
Perubahan prioritas itu juga tercermin dari peran dua tokoh dekat Trump, yaitu utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner, yang sebelumnya terlibat dalam upaya negosiasi Ukraina. Keduanya kini disebut lebih banyak menangani isu Iran.
Meski demikian, komunikasi terbatas dengan pihak Rusia dan Ukraina disebut masih berlangsung. Namun intensitasnya menurun dibandingkan periode sebelumnya ketika AS aktif memfasilitasi perundingan trilateral.
Seorang pejabat Gedung Putih lainnya menegaskan bahwa perubahan fokus tersebut tidak serta-merta berarti Washington meninggalkan proses perdamaian di Eropa Timur. “Hanya karena saat ini bukan fokus utama, bukan berarti hal itu tidak lagi menjadi prioritas penting,” ujarnya.
Sejak awal tahun, delegasi Amerika Serikat, Rusia, dan Ukraina telah menggelar tiga putaran perundingan, dengan pertemuan terakhir berlangsung di Jenewa pada 17–18 Februari. Namun, proses tersebut disebut mengalami jeda setelah eskalasi konflik di Timur Tengah, yang kini turut memengaruhi arah diplomasi Washington.















