Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (Foto: IHSG)

Beranda / Ekonomi / Awal Pekan ini IHSG Kembali Melemah

Awal Pekan ini IHSG Kembali Melemah

PravadaNews – Pasar saham Indonesia dibayangi tekanan berat setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas 11,57 persen ke level 5.185 pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Belum pulih dari kejatuhan tajam tersebut, IHSG diperkirakan masih bergerak melemah pekan ini, di tengah derasnya aksi jual investor asing yang membukukan net sell mencapai Rp3,4 triliun.

Saham-saham berkapitalisasi besar seperti BBCA, BBRI, BMRI, ANTM, dan TLKM menjadi sasaran utama aksi jual asing, menambah suram prospek pasar saham domestik.

“Secara teknikal, IHSG diperkirakan akan menguji level psikologis di level 5.000 pada pekan ini. Jika berhasil tembus, IHSG berpotensi menguji support berikutnya di level 4.700-4.800,” sebut Tim Analis Pasar Modal Phintraco Sekuritas, Senin (19/10/2026).

Menurut Tim Phintraxo, persoalan MSCI masih akan menjadi isu yang mendominasi pasar saham pekan ini. Isunya menjadi katalis negatif di pasar modal Indonesia.

“Meskipun perpindahan kelas bursa saham Indonesia yang akan dilakukan MSCI masih berupa usula pengkajian serta belum pasti akan terjadi. Namun hal tersebut telah meningkatkan ketidakpastian di pasar modal Indonesia,” ujar Tim Phintraco.

Kondisi itu membuat para investor cenderung menghindari risiko. Tim Phintraco juga mencermati upaya toritas bursa melakukan penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang dianggap melakukan pelanggaran.

“Dalam jangka pendek hal itu berpotensi meningkatkan volatilitas dan ketidakpercayaan pasar,” ucapnya. Namun jika diimplementasikan dengan baik, dalam jangka panjang akan kembali meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.

Sementara itu, Otoritas Kasa Keuangan (OJK) dan BEI sudah melakukan dialog dengan sejumlah pelaku pasar modal pada Minggu, 18 Oktober 2027. Pertemuan itu juga mengundang para analis, ekonom, dan financial influencer (finfluencer), berlangsung di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dalam pertemuan itu, OJK menyampaikan berbagai informasi terkait perkembangan di pasar modal belakangan ini. OJK juga mendapatkan masukan dan pandangan para pemangku kepentingan di Pasar Modal.

Langkah itu dilakukan sebagai upaya untuk semakin memperkuat integritas dan menjaga kepercayaan masyarakat. OJK sebagai regulator pasar modal ingin menunjukkan tidak hanya jadi untuk menyampaikan kebijakan pada pelaku pasar.

“Kami justru ingin mendengar masukan dan pandangan secara terbuka, termasuk berbagai hal yang mungkin belum kami ketahui. Masukan tersebut penting untuk memperkuat langkah kita bersama dalam mengembangkan dan memperkuat pasar modal dalam negeri,” ujar Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi dalam pertemuan tersebut.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *