Beranda / Ekonomi / Bantuan Pangan Digeber Jaga Harga Komoditas Pangan

Bantuan Pangan Digeber Jaga Harga Komoditas Pangan

PravadaNews – Bantuan pangan kembali digelontorkan Kementerian Koordinator bidang Pangan pada September 2026 untuk menahan tekanan harga terhadap kebutuhan pokok ketika dampak El Nino akan sejumlah komoditas pangan masih dihitung.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, mengungkapkan pemerintah masih menghitung dampak El Nino terhadap komoditas pangan sebelum menentukan langkah berikutnya.

Hasil penghitungan tersebut akan menjadi bagian dari evaluasi pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan, sementara bantuan kepada masyarakat tetap disalurkan.

“Bantuan pangan hari ini juga digelontorkan, paling tidak dalam 2 bulan ke depan untuk bisa menekan harga,” kata Hanif saat ditemui di Mandarin Oriental Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Selain menjalankan bantuan pangan, Kemenko Pangan memantau kondisi setiap komoditas sebagai dasar menentukan kebijakan berikutnya. 

“Kementerian Koordinator Bidang Pangan benar-benar merekalkulasi ketahanan pangan dari komoditas kita. Seberapa banyak yang terdampak dari El Nino ini terus dikaji, kemudian langkah-langkah berikutnya apa,” jelas Hanif.

Salah satu komoditas yang saat ini mendapat intervensi pemerintah yakni beras, dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyalurkan bantuan kepada 33,24 juta penerima untuk periode Juli–September 2026 sebanyak 10 kilogram per bulan atau total 30 kilogram per penerima.

Penyaluran beras itu menjadi bagian dari jaring pengaman sosial pemerintah untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga dan menjaga daya beli masyarakat, dengan kebutuhan pada periode Juli–September mencapai sekitar 997,2 ribu ton.

Intervensi pada komoditas beras juga diperkuat melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) setelah realisasi penyaluran SPHP mencapai 758 ribu ton atau 91,55% dari target awal per Senin (7/9).

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, mengataman pemerintah menambah pasokan beras medium melalui program tersebut untuk memperkuat intervensi harga. 

“SPHP kita tambah. Beras medium. Untuk menekan harga, ini operasi pasar besar-besaran. SPHP (beras medium) ditambah 1 juta ton,” tutur Amran dalam keterangannya.

Ruang intervensi ini ditopang Cadangan Beras Pemerintah yang masih sekitar 4,6 juta ton pada pertengahan September, sedangkan sekitar 2,3 juta ton telah disalurkan sepanjang 2026 melalui berbagai program pemerintah.

Pemerintah juga telah memutuskan melanjutkan bantuan pangan beras pada Oktober–Desember 2026 kepada 33,24 juta penerima dengan alokasi 10 kilogram per bulan.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *