PravadaNews – Sebagai ajang diseminasi hasil riset dan inovasi kelapa sawit terbesar di Indonesia, besarnya dana yang dikelola Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dalam penyelenggaraan Pekan Riset Sawit Indonesia (PERISAI) menyisakan pertanyaan mengenai porsi pembiayaan penelitian.
Kepala Divisi Penyaluran Dana Riset BPDP Rahmat Widiana menjelaskan, pembiayaan penelitian telah berlangsung hampir satu dekade melalui dua mekanisme penyaluran. Pendanaan tersebut mencakup riset berdasarkan kebutuhan pemerintah dan penelitian yang diajukan melalui proses seleksi terbuka.
“Dari hampir satu dekade, sekitar 10 tahunan, kami telah membiayai sekitar 465 riset dan mekanismenya ada dua,” kata Rahmat saat ditemui di Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Adapun mekanisme pertama berupa riset inisiatif yang dilaksanakan berdasarkan permintaan komite pengarah atau kementerian terkait. Mekanisme kedua membuka kesempatan bagi perguruan tinggi dan lembaga penelitian untuk mengajukan proposal melalui seleksi terbuka.
Lebih lanjut, Rahmat menerangkan riset inisiatif digunakan ketika kementerian atau lembaga membutuhkan kajian untuk mendukung pelaksanaan suatu program. Kebutuhan penelitian tersebut kemudian ditindaklanjuti BPDP melalui proses penetapan, pembiayaan, dan pengawasan pelaksanaan riset.
“Kalau ada kebutuhan terkait penugasan kementerian atau lembaga yang menjadi komite pengarah, mereka bisa memintakan riset kepada kami,” ujar Rahmat.
Di sisi lain, proposal dalam seleksi terbuka terlebih dahulu disaring oleh Komite Penelitian dan Pengembangan sebelum penerima pendanaan ditentukan. Rahmat menyebut proses penyaluran mempertimbangkan kualitas penelitian, kesesuaian kebutuhan, serta potensi pemanfaatan hasil riset.
Sementara itu, Laporan Kinerja BPDP 2025 mencatat pagu penelitian dan pengembangan sawit mencapai Rp213,81 miliar. Realisasi anggarannya mencapai Rp115,29 miliar atau 53,92 persen dari pagu yang tersedia sepanjang 2025.
Memasuki 2026, Direktur Utama BPDP Eddy Abdurrachman memaparkan pembiayaan lanjutan setelah proses seleksi Grant Riset Sawit 2025 selesai.
“Nilai kontrak kerja sama ini mencapai Rp88,1 miliar dengan pelaksanaan penelitian secara multiyears, maksimal dua tahun,” ucap Eddy, Selasa (27/1).
Seperti diketahui, penyaluran dana penelitian melalui skema riset inisiatif dan seleksi terbuka untuk mendukung pengembangan komoditas perkebunan. Berdasarkan Kinerja BPDP 2025 tercatat 147 riset yang dikelola hingga triwulan IV dengan realisasi anggaran penelitian mencapai Rp115,29 miliar dan memasuki 2026 Rp88,1 miliar dengan pelaksanaan penelitian secara multiyears.















