PravadaNews – Perubahan cuaca yang tidak menentu dalam beberapa waktu terakhir dinilai meningkatkan kerentanan masyarakat terhadap gangguan kesehatan, khususnya infeksi saluran pernapasan seperti batuk dan pilek.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan bahwa kondisi ini juga berpotensi memicu munculnya penyakit penyerta lain.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman, mengatakan fluktuasi cuaca membuat daya tahan tubuh perlu dijaga lebih ketat.
“Cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini membuat kita perlu memperhatikan kesehatan tubuh, untuk meminimalisir potensi paparan penyakit penyerta yang dipengaruhi cuaca,” kata Aji, dikutip Sabtu (18/4/2026).
Baca juga : Nyeri Otot Lebih 3 Hari Tanda Cedera
Menurut Aji, langkah pencegahan paling dasar dimulai dari pola konsumsi. Aji menyarankan masyarakat mengonsumsi makanan bersih, sehat, dan bergizi, terutama yang mampu menghangatkan tubuh serta mudah dicerna. Beberapa contoh yang direkomendasikan antara lain sup hangat, madu, minuman hangat, serta buah-buahan kaya vitamin C. Aji juga menekankan pentingnya kecukupan cairan.
“Pastikan asupan cairan cukup untuk mencegah dehidrasi, membuat lapisan lendir di tenggorokan lebih encer dan pernapasan lebih lancar,” ujar Aji.
Selain asupan, Kemenkes menyoroti pentingnya keseimbangan gaya hidup sehat. Konsumsi vitamin dan olahraga rutin disebut dapat membantu menjaga daya tahan tubuh di tengah kondisi cuaca ekstrem.
Aji juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Aji menyarankan agar masyarakat menghindari kebiasaan menyentuh wajah dengan tangan kotor serta menjauhi genangan air yang berpotensi menjadi sumber penyakit.
“Air kotor atau kubangan akibat hujan dapat memicu berbagai penyakit, mulai dari influenza, infeksi jamur kulit, hingga kolera,” kata Aji.
Adapun upaya lain yang disarankan adalah rutin membersihkan rumah, saluran air, dan area yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
“Kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun atau pembersih berbasis alkohol juga dinilai efektif menekan risiko penularan virus dan bakteri,” tutur Aji.
Dalam aktivitas di luar ruangan, penggunaan masker tetap dianjurkan. Aji menyebut masker seperti KF94 atau KN95 dapat membantu menyaring partikel polutan yang masuk ke saluran pernapasan.
Lebih jauh, Aji mengingatkan bahwa dampak cuaca tidak hanya terbatas pada batuk dan pilek. Sejumlah penyakit lain seperti demam berdarah, malaria, diare, hingga leptospirosis juga perlu diwaspadai, terutama yang berkaitan dengan banjir atau genangan air.
“Leptospirosis dapat ditularkan melalui urine atau darah hewan seperti tikus, anjing, dan sapi yang terbawa oleh banjir atau genangan air,” ujar Aji.















