PravadaNews – Dokter spesialis kedokteran olahraga dr. Zeth Boroh, Sp.KO, ALK mengingatkan bahwa nyeri otot yang berlangsung lebih dari tiga hari setelah berolahraga dapat menjadi indikasi cedera.
“Nyeri otot itu kan banyak. Nyeri otot yang tidak wajar yang kita asosiasikan dengan injury (cedera),” kata Zeth dalam acara temu media di Jakarta, dikutip Jumat (17/4/2026).
Baca juga : Cara Atasi Lutut Sakit di Usia Muda
Zeth menjelaskan, nyeri otot yang umum terjadi setelah aktivitas fisik antara lain kram dan Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS). Kram muncul akibat kontraksi otot secara mendadak, sedangkan DOMS biasanya terasa dalam 12 hingga 24 jam setelah latihan.
Menurut Zeth, kedua jenis nyeri tersebut masih tergolong normal selama hanya berlangsung satu hingga dua hari. Namun, jika nyeri menetap lebih lama, kondisi tersebut perlu diwaspadai.
“Kalau nyerinya cuma 1-2 hari, itu kram atau DOMS, yang itu hilang setelah tiga hari. Tapi, kalau tidak wajar itu, kalau terus-menerus, nah itu berarti suatu injury,” ujar Zeth.
Zeth menekankan bahwa rasa nyeri merupakan gejala paling umum dari cedera ringan, tetapi kerap diabaikan oleh pegiat olahraga. Ia menilai anggapan “no pain, no gain” justru berpotensi memperburuk kondisi.
“Itu yang kadang tidak dikenali oleh sport enthusiast. Mereka pikir ‘no pain, no gain’. Padahal jangan sampai nyeri, itu adalah suatu awal dari cedera,” kata Zeth.
Zeth menyarankan agar aktivitas olahraga segera dihentikan ketika muncul rasa nyeri guna mencegah cedera bertambah parah.
“Kalau ada nyeri, itu menandakan cedera, walaupun itu ringan, istirahat,” ujar Zeth.
Untuk penanganan awal, nyeri otot dapat dikurangi dengan kompres atau penggunaan metode seperti kinesio taping, serta obat pereda nyeri baik yang diminum maupun dioleskan.
“Bisa dikompresi dengan kinesio taping. Bisa juga dengan metode yang lain atau dengan pemberian obat baik obat painkiller secara oral maupun dengan topikal yang bisa kita dapatkan secara gampang sekarang,” pungkas Zeth.















