5 Penyakit Tulang yang Jarang Diketahui. (Foto: Dok. Alodokter)

Beranda / Kesehatan / 5 Penyakit Tulang yang Jarang Diketahui

5 Penyakit Tulang yang Jarang Diketahui

PravadaNews – Penyakit tulang yang jarang diketahui umumnya disebabkan oleh masalah genetik. Sehingga, tulang itu menjadi rapuh dan mudah patah.

Pertumbuhan tulang terjadi pada usia anak-anak, remaja, sampai dewasa muda. Setelah mencapai massa tulang puncak sekitar usia 20–30 tahun, kepadatan tulang dapat menurun secara bertahap seiring bertambahnya usia, pola makan yang kurang sehat, kurang aktivitas fisik, maupun kebiasaan tertentu seperti merokok.

Agar tulang tetap kuat di masa pertumbuhan dan tidak mudah keropos ketika dewasa, penting untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan kalsium dan vitamin D, serta berolahraga yang cukup.

Baca Juga: Kenali Gejala Liver Sejak Dini

Berbagai Penyakit Tulang yang Jarang Diketahui

Meski asupan nutrisi untuk tulang telah terpenuhi, ada beberapa penyakit tulang yang tetap bisa terjadi.

Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kelainan genetik, faktor lingkungan, hingga riwayat penyakit tertentu yang diderita pasien sebelumnya.

Berikut ini adalah beberapa penyakit tulang yang jarang diketahui:

  1. Penyakit Paget

Salah satu penyakit tulang yang jarang diketahui adalah penyakit Paget. Penyakit ini terjadi ketika proses regenerasi jaringan tulang berlangsung lebih cepat, sehingga menyebabkan tulang menjadi lemah dan rapuh, serta berbentuk tidak normal (deformitas).

Penyebab terjadinya penyakit Paget masih belum diketahui secara pasti, tetapi ada beberapa faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini, seperti genetik, penyakit autoimun, dan lingkungan, misalnya infeksi virus tertentu.

Gejala umum dari penyakit Paget adalah munculnya nyeri pada tulang, terutama daerah panggul dan tulang belakang, serta nyeri sendi. Namun, pada kasus tertentu, penyakit ini bisa juga tidak bergejala dan baru ketahuan setelah pasien menjalani pemeriksaan kesehatan rutin (medical check-up) ke dokter.

  1. Osteogenesis imperfecta

Osteogenesis imperfecta atau penyakit tulang rapuh merupakan kelainan genetik yang menyebabkan tulang mudah patah dan retak. Penyakit tulang yang jarang diketahui ini biasanya sudah muncul sejak lahir dan lebih sering terjadi pada anak-anak yang keluarganya memiliki riwayat penyakit serupa.

Kelainan tulang yang satu ini dapat bersifat ringan sampai parah. Penyakit tulang rapuh yang parah dapat menyebabkan gangguan pendengaran dan sumsum tulang belakang, gagal jantung, hingga cacat fisik permanen.

Hingga saat ini belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan penyakit tulang ini. Namun, upaya penanganan dengan obat-obatan, fisioterapi, serta rehabilitasi khusus dapat membantu penderitanya untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

Pada beberapa kasus, diperlukan operasi untuk mengatasi efek kerusakan tulang akibat osteogenesis imperfecta ini.

  1. Metastasis tulang

Metastasis tulang merupakan kondisi ketika sel kanker dari organ tubuh lain menyebar ke jaringan tulang. Penyakit tulang yang jarang diketahui ini paling sering menyerang tulang belakang, panggul, tulang rusuk, atau tulang paha, dan dapat menyebabkan nyeri hebat hingga patah tulang.

Beberapa jenis kanker yang paling sering menyebabkan metastasis tulang adalah kanker payudara, kanker prostat, kanker paru-paru, kanker tiroid, dan kanker ginjal.

Metastasis tulang dapat ditemukan sebelum, selama, maupun setelah pasien menjalani pengobatan kanker, karena kondisi ini terjadi akibat penyebaran sel kanker itu sendiri.

Pada kanker stadium lanjut, penanganan metastasis tulang umumnya bertujuan untuk mengurangi nyeri, menjaga kekuatan tulang, dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

  1. Osteodistrofi ginjal

Osteodistrofi ginjal adalah penyakit tulang yang terjadi pada penderita gangguan ginjal. Gangguan ginjal sendiri merupakan ketidakmampuan ginjal untuk mempertahankan keseimbangan kalsium dan fosfor di dalam darah. Osteodistrofi ginjal biasanya terjadi pada sebagian besar pasien cuci darah.

Penyakit tulang yang jarang diketahui ini bisa membuat tulang menjadi rapuh dan lemah, sehingga mudah patah. Jika terjadi pada anak-anak, penyakit tulang ini dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan tulang, kelainan bentuk tulang, bahkan postur tubuh pendek. Salah satu kelainan bentuk tulang yang diakibatkan oleh osteodistrofi adalah rakitis ginjal.

Gejala osteodistrofi ginjal dapat dipantau dari pertumbuhan anak-anak yang menderita penyakit ginjal, bahkan sebelum ia diharuskan menjalani cuci darah. Sebaliknya pada orang dewasa, gejala baru muncul setelah penderita menjalani cuci darah selama beberapa tahun.

  1. Hypophosphatasia

Hypophosphatasia merupakan kelainan genetik yang membuat tulang dan gigi tidak terbentuk dengan baik, sehingga mudah patah. Penyakit tulang yang jarang diketahui ini lebih sering terjadi pada orang yang memiliki keluarga dengan riwayat penyakit serupa.

Penyakit hypophosphatasia disebabkan oleh perubahan (mutasi) pada gen tertentu yang mengganggu aktivitas enzim alkaline phosphatase (ALP). Enzim ini berperan penting dalam proses mineralisasi tulang agar tetap sehat.

Gejala hypophosphatasia cukup bervariasi, tergantung pada tingkat keparahannya. Namun, ada beberapa gejala umum hypophosphatasia yang dapat muncul, seperti lengan atau kaki melengkung, tubuh pendek, tulang lunak atau lemah pada bayi, nyeri sendi, dan gigi copot sebelum usia 5 tahun.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *