PravadaNews – Bioskop Indonesia kembali menghadirkan deretan film sepanjang November 2026, mulai dari aksi monster, komedi keluarga, hingga drama kehidupan dan horor yang menawarkan beragam cerita.
Jadwal penayangan dibuka pada 4 November melalui Godzilla Minus Zero, yang kembali menghadirkan ancaman monster di Jepang.
Sehari kemudian, suasana berganti menjadi komedi lewat film Gak Ada Matinya, tentang Binsar (Oki Rengga) yang berharap mendapat uang asuransi setelah ayahnya meninggal. Namun, harapan tersebut berubah ketika sang ayah tiba-tiba hidup kembali.
Keseruan komedi berlanjut melalui GJLS: Berapi-Api yang juga dijadwalkan tayang pada 5 November.
Film ini mengikuti Rigen Rakelna, Hifdzi Khoir, dan Ananta Rispo sebagai tiga sahabat yang ingin menjadi petugas pemadam kebakaran, tapi justru menghadapi berbagai kejadian tak terduga.
“Tujuan kami di film ini ga cuma ingin menunjukkan film GJLS yang lucu dan seru. Tapi juga ingin membawakan aksi heroik pemadam kebakaran yang selalu siap membantu kita, dan cerita yang dekat dengan kita semua,” kata Rigen dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip Minggu (1/11/2026).
Selain komedi, penonton juga disuguhkan dua film horor pada tanggal yang sama. Putri, Jangan Gentayangan Lagimengisahkan arwah perempuan yang menghantui warga kampung, sedangkan Rambut Sewu: Satu Langkah Getihmengikuti teror yang dialami Wulan setelah pindah bersama ibunya ke sebuah rumah tua.
Setelah rangkaian komedi dan horor, film animasi The Cat in the Hat hadir pada 6 November dengan petualangan kucing bertopi yang bertugas menghibur dua kakak beradik. Pilihan cerita fantasi kemudian berlanjut melalui Ramayana pada 11 November, yang mengangkat kisah pengasingan dan perjuangan seorang pangeran.
Memasuki pekan kedua, Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih? dijadwalkan tayang pada 12 November. Film yang dibintangi Aurora Ribero mengisahkan enam peserta masa percobaan kerja yang harus bersaing memperebutkan satu posisi karyawan tetap.
Pada tanggal yang sama, pilihan cerita berkembang melalui Dewi Siluman Ular yang menampilkan Derby Romero sebagai Dedi, seorang pria yang memilih pesugihan karena masalah keuangan. Ada pula Pasukan 1000 Janda tentang perjuangan perempuan Aceh melawan Belanda, serta Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati yang mengikuti perjalanan Ale di tengah keputusasaan.
Beranjak ke 18 November, Look Back menghadirkan kisah persahabatan Fujino dan Kyomoto yang dipertemukan oleh kecintaan terhadap dunia manga. Sementara itu, The Hunger Games: Sunrise on the Reaping mengajak penonton kembali ke Panem untuk menyaksikan penyelenggaraan Hunger Games ke-50.
Keesokan harinya, Hamka: Awal Mula (Vol 3) turut meramaikan bioskop dengan mengangkat perjalanan kehidupan Hamka sejak kecil di Maninjau hingga merantau ke Mekkah. Film arahan Fajar Bustomi tersebut juga menggambarkan hubungan Hamka dengan keluarga dan proses pencarian jati dirinya.
Masih pada 19 November, Menang untuk Kalah menghadirkan Surya Saputra sebagai Bima dan Lulu Tobing sebagai Dewi, pasangan suami istri yang menghadapi masalah keuangan. Cerita bermula ketika Bima membeli rumah dan berbagai barang secara kredit hingga tabungannya terkuras, lalu memilih judi online (judol) sebagai jalan pintas.
Penulis skenario Menang untuk Kalah, Jujur Prananto, menjelaskan keputusan ini justru membuat persoalan keluarga semakin rumit.
“Masalah demi masalah mengikuti, kepanikan melanda, lalu judol dipilih sebagai jalan pintas. Berharap solusi, malah masalah bertambah runyam dan timbul tekanan psikologis yang hebat,” kata Jujur di Jakarta, Sabtu (31/10).
Selain persoalan keluarga, konflik kehidupan pribadi juga hadir melalui People Pleaser: Si Paling Gak Enakan yang dijadwalkan tayang pada 19 November. Film tersebut mengikuti Karina (Mawar de Jongh) yang kesulitan mengutamakan keinginan sendiri, sementara Piye To Kih? menawarkan komedi tentang Mukidi dan pertemuannya dengan perempuan misterius.
Memasuki 20 November, penonton kembali disuguhkan cerita menegangkan melalui The Cycle. Film ini mengikuti seorang ahli forensik yang menemukan jasad ayahnya setelah menghilang selama 36 tahun.
Menjelang akhir bulan, pilihan drama kembali hadir melalui Pulang Kampung pada 26 November. Film itu mengisahkan Daniel, pemuda Batak yang tumbuh di Jakarta dan harus pulang untuk mempelajari budaya keluarganya.
Pada tanggal yang sama, Hungry Ghost Festival menghadirkan horor komedi tentang pencarian asal-usul Raka bersama dua sahabatnya yang berujung pada teror mistis.
Pilihan horor berlanjut melalui Sumpah Darah yang menampilkan Asmara Abigail sebagai Mara, perempuan yang mengalami kejadian misterius setelah menikah dengan Thomas.
Lebih lanjut, film animasi Disney Hexed dijadwalkan menyusul pada 27 November dengan kisah seorang remaja dan ibunya yang menemukan dunia penuh kekuatan magis.














