PravadaNews – Iran dan Amerika Serikat menunda pertemuan teknis di Swiss setelah agenda kunjungan Wakil Presiden AS J.D. Vance batal dilakukan.
Sebelumnya, pertemuan itu disiapkan untuk membahas langkah lanjutan setelah kedua negara menyepakati nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU).
Pembatalan tersebut tidak langsung berarti proses diplomasi berhenti. Gedung Putih menyatakan tetap menginginkan adanya pembicaraan teknis, hingga akhir pekan.
“Kami berharap dapat memulai pembicaraan teknis sesegera mungkin,” dilansir dari Reuters, dikutip Sabtu (20/6/2026) waktu setempat.
Rencana perjalanan Vance ke Swiss sebelumnya dikaitkan dengan agenda penandatanganan nota kesepahaman antara Iran dan Amerika Serikat. Namun, keberangkatan itu bergantung pada kesiapan perwakilan Iran untuk hadir di lokasi pertemuan.
Sementara itu, Kantor Berita Irna mengabarkan pemerintah Iran menempatkan nota kesepahaman dengan Amerika Serikat sebagai alat kebijakan, bukan sebagai bentuk konsesi sepihak.
Sikap itu muncul setelah pesan Pemimpin Revolusi Islam memberi arahan politik bagi proses negosiasi kedua negara.
Bagi Teheran, MoU hanya menjadi pintu awal untuk melanjutkan pembicaraan. Iran tetap membatasi ruang negosiasi dengan syarat utama, yaitu kedaulatan nasional dan kepentingan rakyat Iran harus tetap dijaga.
“Sebagai presiden dan ketua Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, bersama anggota dewan lainnya, saya menganggap diri saya berkomitmen untuk memberi perhatian maksimal terhadap kekhawatiran beliau serta menjaga hak-hak rakyat Iran dan Front Perlawanan,” kata Presiden Masoud, Pezeshkian.
Seperti diketahui, Iran memiliki pandangan berbeda soal agenda penandatanganan tersebut. Disebutkan draf kesepahaman sudah ditandatangani presiden kedua negara, dan iran memastikan pembicaraan dengan Amerika Serikat tidak berubah menjadi tekanan politik sepihak.
Selain itu, pembatalan pertemuan Swiss juga memperlihatkan bahwa tantangan terbesar MoU bukan hanya isi dokumen, tetapi kemampuan kedua negara menjalankan kesepakatan secara nyata.















