PravadaNews — Tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya tewas ditembak saat menjalankan perjalanan dinas di Distrik Muliama, Papua Pegunungan. Anggota Komisi XIII DPR RI Mafirion Syamsuddin Rogo mendesak aparat mengusut tuntas penembakan tersebut.
Mafirion menilai penembakan terhadap ketiga pegawai itu merupakan tindakan tidak manusiawi. Ia juga menyebut peristiwa tersebut sebagai pelanggaran hak asasi manusia (HAM).
Ketiga korban diketahui sedang menjalankan tugas membawa bantuan ternak kepada masyarakat di pedalaman Papua. Mafirion menilai pelayanan publik seharusnya dapat berlangsung tanpa ancaman kekerasan bersenjata.
“Kejadian ini bukan yang pertama kali dilakukan KKB. Pemerintah harus bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang secara sengaja menghilangkan nyawa warga sipil yang tidak berdosa,” ujar Mafirion dalam keterangan tertulis, Jumat (11/9/2026).
Rombongan petugas Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya itu berjumlah 11 orang. Mereka mendapat serangan dari orang tak dikenal ketika melakukan perjalanan dinas di wilayah Distrik Muliama.
Serangan tersebut menyebabkan tiga petugas terkena tembakan. Ketiganya sempat dievakuasi ke rumah sakit sebelum akhirnya meninggal dunia.
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Faizal Ramadhani menyebut KKB diduga terlibat dalam penembakan. Dugaan tersebut muncul berdasarkan penyelidikan dan pendalaman yang dilakukan aparat.
Faizal mengatakan penembakan diduga dilakukan KKB dari wilayah Nduga. “Berdasarkan penyelidikan dan pendalaman, aksi penembakan tersebut diduga dilakukan oleh KKB dari wilayah Nduga,” kata Faizal, Kamis (10/9/2026).
Mafirion meminta aparat keamanan segera mengungkap pelaku penembakan. Ia juga meminta pihak yang terbukti melakukan aksi tersebut mendapatkan tindakan tegas.
Menurut Mafirion, kasus tersebut menunjukkan persoalan keamanan masyarakat sipil di wilayah konflik. Warga dan petugas pelayanan publik masih menghadapi ancaman kekerasan dalam menjalankan aktivitas mereka.
Mafirion mengingatkan kondisi tersebut tidak boleh dianggap sebagai keadaan normal. “Mereka setiap saat dibayangi ancaman teror,” tegas Mafirion.
Mafirion menilai warga sipil menjadi kelompok paling rentan ketika kekerasan terus terjadi. Mereka tidak terlibat dalam konflik bersenjata, tetapi tetap berisiko kehilangan nyawa dan rasa aman.
Karena itu, ia meminta negara memberikan perlindungan kepada warga sipil yang berada di wilayah tersebut. Mafirion menegaskan seluruh warga negara memiliki hak yang sama untuk hidup aman dan tanpa rasa takut.
Penembakan tiga pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya kini masih dalam proses pengusutan aparat. Sementara itu, dugaan keterlibatan KKB dari wilayah Nduga menjadi bagian dari hasil penyelidikan sementara Operasi Damai Cartenz-2026.















