PravadaNews – Bank Indonesia terus memperluas penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di tingkat internasional sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem pembayaran digital nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap transaksi berbasis dolar Amerika Serikat.
Langkah tersebut dilakukan melalui kerja sama lintas negara agar masyarakat Indonesia dapat menggunakan QRIS saat bertransaksi di luar negeri, begitu pula wisatawan asing yang datang ke Indonesia.
Perluasan jaringan pembayaran digital itu dinilai menjadi strategi penting di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital global serta meningkatnya kebutuhan transaksi yang cepat, murah, dan efisien antarnegara.
Selain mempermudah wisatawan dan pelaku usaha, kebijakan tersebut juga diharapkan mampu memperkuat posisi rupiah dalam sistem pembayaran regional, meningkatkan efisiensi transaksi lintas batas, serta memperluas inklusi keuangan digital bagi masyarakat Indonesia.
Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta mengatakan, kerja sama tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat konektivitas sistem keuangan kedua negara.
“Pencapaian penting ini mencerminkan kolaborasi yang kuat dan terus berkembang antara Bank Indonesia dan bank sentral China,” ujar Filianingsih beberapa waktu lalu.
Peluncuran resmi atau grand launching layanan QRIS lintas negara Indonesia-China dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 di Shanghai.
Menanggapi hal itu, anggota Komisi XI DPR RI Marwan Cik Asan menyampaikan dukungan penuh terhadap pengembangan QRIS.
Menurut Marwan, QRIS telah menjadi instrumen pembayaran non-tunai yang digunakan luas oleh masyarakat dari berbagai lapisan. Penggunaannya yang semakin masif menunjukkan tingginya kepercayaan publik terhadap sistem pembayaran digital nasional.
“QRIS ini patut kita apresiasi karena telah menjadi sistem pembayaran yang berdaulat. Transaksi tetap berada di Indonesia dan manfaat ekonominya kembali ke dalam negeri,” ujar Marwan di Ruang Rapat Komisi XI DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026).
Marwan juga mengapresiasi keberhasilan Bank Indonesia memperluas penggunaan QRIS ke berbagai negara. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan sistem pembayaran Indonesia semakin diakui di tingkat global.
Marwan menilai ekspansi QRIS tidak hanya memudahkan transaksi masyarakat Indonesia di luar negeri, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem ekonomi digital internasional.
“Kalau QRIS semakin diterima di banyak negara, berarti kita punya sistem pembayaran yang kompetitif dan membanggakan,” kata Politisi Fraksi Partai Demokrat tersebut.
Selain mendukung perluasan jaringan internasional, Marwan juga mendorong Bank Indonesia untuk terus meningkatkan keamanan, kemudahan, dan edukasi penggunaan QRIS agar manfaatnya semakin luas, khususnya bagi UMKM.
Baginya, digitalisasi sistem pembayaran akan mempercepat inklusi keuangan, meningkatkan efisiensi transaksi, serta memperkuat fondasi ekonomi nasional yang lebih modern dan mandiri.















